Tata Cara Shalat Wajib Beserta Doa Doa Berikut Gerakannya

Tata Cara Shalat Wajib Beserta Doa Doa Berikut Gerakannya-, Di dalam islam ada yang namanya Shalat wajib dan Shalat sunat

Shalat wajib artinya dimana kita mengerjakannya akan mendapat pahala dan apabila tidak di kerjakan akan mendapat siksa dari Allah SWT.

Shalat sunat artinya dimana di kerjakan akan mendapat pahala dan apabila tidak di kerjakan tidak apa apa namun tidak akan mendapatkan pahala.

Dalam kesempatan ini kita akan membahas tentang Tata Cara Shalat Wajib Beserta Doa Beserta Gerakannya. Mudah mudahan ini dapat membantu kita dalam memahaminya.

Shalat wajib itu ada 5 waktu. Subuh, Dzuhur, Ashar, Magrib, dan Isha.

  • Subuh 2 Rakaat
  • Dzuhur 4 Rakaat
  • Ashar 4 Rakaat
  • Magrib 3 Rakaat
  • Isha 4 Rakaat

Tata Cara Shalat Wajib

1. Gerak berdiri tegak untuk shalat

  •  posisi badan harus tegak lurus tidak bengkok kecuali sedang sakit.
  •  tangan rapat di samping badan
  •  Kaki di regangkan, paling lebah sebahu
  •  Semua ujung jari kaki menghadap kiblat
  •  Posisi kita juga menghadap kiblat. apabila kita tidak tahu arah kiblat dan tak ada yang bisa kita    tanya. maka, kita boleh menghadap kemana saja asalkan dalam hati kita percaya kalau kita    sedang menghadap kiblat.

2. Gerakan mengangkat kedua tangan (Takbiratul Ihrom)

 

  • Telapak tangan sejajar dengan bahu
  • ujung jari sejajar dengan ujung telinga
  • ujung ibu jari sejajar dengan ujung bawah telinga
  • telapak tangan menghadap ke kiblat.
  • untuk lelaki lengan agak di regangkan dari ketiak (sunat). untuk perempuan tidak di regangkan.
  • bersamaan dengan mengucapkan kalimat takbir. dan berniat dalam hati. niat shalat

 

3. Sedekap dalam shalat

Sedekap dilakukan sesudah mengangkat tangan takbiratulihram.
Telapak tangan kanan diletakkan di atas pergelangan tangan kiri, tidak digenggamkan. b. Meletakkan tangan boleh di dada. Boleh juga meletakkannya di atas pusar. Boleh juga meletakkannya di bawah pusar.

Ketika bersedekap, doa yang pertama dibaca adalah doa iftitah. Setelah selesai iftitah, kemudian membaca surat Al Fatihah. Sesudah membaca surat Al Fatihah, kemudian membaca surat pendek seperti Al Ikhlas, Al ‘Asr, dan An Nasr.

doa iftitah

  • Doa alfatihah

4. Gerakan ruku dalam shalat

Ruku artinya membungkukkan badan kita

  • angkat tangan sama kaya takbiratul ihrom
  • turunkan badan ke posisi membungkuk
  • punggung sejajar dengan kepala, tidak terlalu condong kebawah ataupun keatas.
  • kaki tegak lurus dan tidak di tekuk

Turunkan badan ke posisi membungkuk, dan setelah posisi tersebut sudah benar baru membaca doa ketika ruku.

Adapun bacaan ketika sedang ruku :

5. Gerakan I’tidal dalam shalat

 

I’tidal adalah bangun dari ruku. Dalam tata caranya di sunatkan mengangkat tangan seperti sedang takbiratul ihrom, bersamaan dengan mengucapkan “sami’allahu liman hamidah” badan kembali tegak dan tangan rapat di samping tubuh. seteslah tegap barulah membaca salah satu doa i’tidal.

adapun bacaan doa i’tidal :

 

6. Gerakan sujud dalam Shalat

 

setelah selesai i’tidal, selanjutnya dalah sujud pertama. sujud adalah menempelkan kening kita kepada lantaiatau tempat kita sedang melakukan shalat.

menurut hadist ada 7 anggota badan kita yang harus menempel pada tempat dimana kita sedang melaksanakan shalat :

  1. wajah
  2. dua telapak tangan
  3. dua lutut, dan
  4. dua telapak kaki

Tata cara sujud adalah:

  • Turunkan badan dari posisi iktidal, dimulai dengan menekuk lutut sambil mengucapkan takbir.
  • Letakkan kedua lutut ke lantai.
  • Letakkan kedua telapak tangan ke lantai.
  • Letakkan kening dan hidung ke lantai.
  • Talapak tangan dibuka, tidak dikepalkan. Akan tetapi, jari-jarinya dirapatkan, dan ini satu-satunya gerakan di mana jari-jari tangan dirapatkan, sementara dalam gerakan lainnya jari-jari ini selalu direnggangkan.
  • Jari-jari tangan dan kaki semuanya menghadap ke arah kiblat. Ujung jari tangan letaknya sejajar dengan bahu.
  • Lengan direnggangkan dari ketiak (sunah bagi laki-laki). Untuk perempuan ada yang menyunahkan merapatkannya pada ketiak. Namun, boleh juga merenggangkannya.
  • Posisi pantat lebih tinggi daripada wajah.
  • Sujud hendaknya dilakukan dengan tenang. adapun doa yang dibaca ketika sujud adalah.

7. Gerakan duduk antara sujud

gerakan duduk antara sujud atau bisa di katakan duduk iftirasy ini

  • Bangkit dari sujud pertama sambil mengucapkan takbir.
  • Telapak kaki kiri dibuka dan diduduki.
  • Telapak kaki kanan tegak. Jari-jarinya menghadap ke arah kiblat.
  • Badan tegak lurus.
  • Siku ditekuk. Tangan sejajar dengan paha.
  • Telapak tangan dibuka. Jari-jarinya direnggangkan dan menghadap ke arah kiblat.
  • Pandangan lurus ke tempat sujud.
  • Setelah posisi tumakninah, baru kemudian membaca salah satu doa antara dua sujud.

Dan bacaan do’a nya adalah

doa duduk antara sujud

8. Gerakan tasyahud awal (tahiat awal)

sama dengan duduk antara dua sujud hanya do’a nya yang berbeda

9. gerakan tasyahud akhir (tahiyat akhir)

1. Bangkit dari sujud kedua, yaitu pada rakaat terakhir salat, sambil membaca takbir.
2. Telapak kaki kiri dimasukkan ke bawah kaki kanan. Jadi, panggul duduk menyentuh lantai.
3. Telapak kaki kanan tegak. Jari-jarinya menghadap ke arah kiblat.
4. Badan tegak lurus.
5. Siku ditekuk. Tangan sejajar dengan paha.
6. Telapak tangan dibuka. Jari-jarinya direnggangkan dan menghadap ke arah kiblat.
7. Telapak tangan diletakkan di atas paha. Ujung jari tangan sejajar dengan lutut.
8. Disunahkan memberi isyarat dengan telunjuk, yaitu telapak tangan kanan digenggamkan. Kemudian telunjuk diangkat (menunjuk). Dalam posisi ini kemudian membaca doa tasyahud, selawat, dan doa setelah tasyahud akhir.

mungkin hanya itu saja yang dapat saya sampaikan selebihnya anda bertanya kepada guru kalian atau ustad yang ada di dekat anda. karena penjelasan yang lebih mendetail lebih bagus nya ada di guru kalian atau ustad yang sudah mengerti akan agama.

Leave a Comment

%d bloggers like this: