Jawa Barat

Inspektorat Tak Temukan Pihak yang Akui Dugaan Kekerasan Seksual Wakil Bupati Sumedang

×

Inspektorat Tak Temukan Pihak yang Akui Dugaan Kekerasan Seksual Wakil Bupati Sumedang

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dengan latar obat tramadol dan toko obat, terkait ajakannya kepada masyarakat untuk melaporkan penjualan tramadol serta minuman keras ilegal di Jawa Barat. (Foto: Tangkapan Layar Youtube Lembur Pakuan/AI Chatgpt/Mulvi M Noor)

JAWA BARAT — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan hasil investigasi Inspektorat Jawa Barat terkait kasus dugaan kekerasan seksual yang menyeret Wakil Bupati Sumedang Fajar Aldila.

Dedi mengatakan, berdasarkan pemeriksaan Inspektorat, tidak ada satu pun pihak yang diperiksa mengakui adanya peristiwa sebagaimana yang menjadi polemik.

“Kalau kami berdasarkan investigasi yang ada di Inspektorat, enggak ada yang bisa diumumin. Kenapa enggak ada yang bisa diumumin? Semua pihak mengakui perbuatannya tidak pernah ada,” kata Dedi di Gedung DPRD Jawa Barat, Jumat (11/9/2026).

Baca Juga: Resep Tumis Pare Bawang Putih, Gurih dan Tips Kurangi Rasa Pahit

Meski belum menghasilkan kesimpulan yang dapat diumumkan kepada publik, Dedi memastikan persoalan tersebut masih menjadi perhatiannya.
Ia berencana mendatangi Pemerintah Kabupaten Sumedang pada Senin (14/9/2026) untuk menggali informasi secara langsung dari sejumlah pihak yang berkaitan dengan polemik tersebut.

Dedi menyebut akan menemui Bupati Sumedang, Wakil Bupati Sumedang Fajar Aldila, istri Wakil Bupati, hingga sekretaris pribadi yang berkaitan dengan persoalan tersebut.

“Saya nanti hari Senin akan berkunjung langsung ke Pemda Sumedang. Nanti saya akan tanya Bupati, Wakil Bupati, istrinya, sekrinya, akan saya tanya langsung di situ,” ujarnya.

Baca Juga: Blooming Space Sukabumi Hadir Dukung Perkembangan Motorik Halus Anak Usia Dini

Dedi Pilih Pendekatan Personal
Berbeda dengan pemeriksaan Inspektorat yang dilakukan dalam kapasitas kelembagaan, Dedi mengatakan dirinya akan menggunakan pendekatan personal untuk mendapatkan informasi dari para pihak.

“Saya akan mengajak ngobrol sebagai orang tua pada anak-anaknya atau pada adik-adiknya. Sehingga saya nanti bisa mendapatkan kesimpulannya secara langsung,” katanya.

Menurut Dedi, pemeriksaan sebelumnya memang diserahkan kepada Inspektorat karena lembaga tersebut memiliki kewenangan melakukan pemeriksaan internal di lingkungan pemerintahan.

“Kalau kemarin, kan, menugaskan Inspektorat karena memang tugasnya. Masa Gubernur langsung yang memeriksa kan enggak bagus,” ucapnya.

Namun, setelah pemeriksaan Inspektorat tidak menemukan pihak yang mengakui adanya peristiwa tersebut, Dedi merasa perlu menggali persoalan secara langsung.

“Karena Inspektorat sudah memeriksa hasilnya tidak ada, yaitu tidak ada satu pun yang mengakui peristiwanya ada, maka saya nanti akan segera bertemu dengan Bupati, Wakil Bupati, serta keluarganya untuk bicara dari hati ke hati,” pungkas Dedi.

Hingga saat ini, Dedi belum menyampaikan kesimpulan akhir terkait polemik tersebut. Ia mengatakan hasil pertemuan langsung dengan para pihak di Sumedang akan menjadi bagian dari upayanya memahami persoalan secara lebih utuh.(SE)