SUKABUMI – Aparat Kepolisian Polres Sukabumi Kota berhasil mengungkap kasus pengeroyokan yang menewaskan seorang pria berinisial NR (30) di kawasan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi. Hingga kini, empat pelaku telah diamankan, sementara dua lainnya masih dalam pengejaran petugas.
Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sentot Kunto Wibowo mengatakan, pengungkapan kasus tersebut dilakukan dengan cepat setelah insiden terjadi pada Sabtu (2/5/2026). Tiga pelaku berhasil ditangkap kurang dari enam jam usai kejadian, sedangkan satu pelaku lainnya menyerahkan diri beberapa hari kemudian.
“Pelaku yang sudah diamankan yakni MM, EE, MA, dan MN. Sedangkan tiga lainnya, AW dan MK, masih dalam proses pencarian,” ujar Kapolres Sukabumi Kota saat dihubungi aplikasi perpesana whatsapp, Senin (11/5/2026).
BACA JUGA : Hasil Autopsi Korban Pengeroyokan Di Sukaraja Sukabumi Meninggal Dunia Akibat Luka Tusuk
Sementara itu, dihubungi terpisah Kapolsek Sukaraja Kompol Aguk Khusaeni Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, aksi pengeroyokan diduga dipicu persoalan pribadi yang berujung aksi balas dendam. Korban disebut sempat berselisih dengan salah satu pihak sehari sebelum kejadian berlangsung.
Dalam aksi tersebut, para pelaku diduga melakukan penyerangan secara bersama-sama dengan berbagai cara. Mulai dari pemukulan menggunakan tangan kosong, pelemparan batu, hingga penggunaan balok kayu.
BACA JUGA : Terungkap, Pengeroyokan Berujung Kematian di Jalan Sukaraja Sukabumi
Akibat luka berat yang dialaminya, korban meninggal dunia saat mendapatkan penanganan medis. Polisi juga telah melakukan autopsi terhadap jasad korban di RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi.
Selain menangkap para pelaku, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa rekaman CCTV, alat yang digunakan saat kejadian, dan keterangan sejumlah saksi.
“Saat ini proses penyidikan masih terus berjalan dan para pelaku yang sudah diamankan telah ditahan di Rutan Polsek Sukaraja,” kata Aguk.
Kasus pengeroyokan maut tersebut sebelumnya sempat viral di media sosial usai video kejadian beredar luas dan menghebohkan masyarakat Sukabumi.

