SUKABUMI – Menjelang pelaksanaan Aksi 2626 yang akan digelar pada Selasa (2/6/2026), berbagai bantuan logistik terus berdatangan ke posko yang didirikan Forum RT-RW Kota Sukabumi. Dukungan masyarakat tersebut menjadi indikator tingginya antusiasme terhadap aksi yang dijadwalkan mulai pukul 09.00 WIB di kawasan Balai Kota Sukabumi.
Sejak dibuka beberapa hari terakhir, posko logistik menerima berbagai bentuk bantuan dari warga. Di antaranya puluhan dus air minum kemasan, minuman ringan, serta kebutuhan lain yang dipersiapkan untuk mendukung peserta aksi yang diperkirakan mencapai ribuan orang.
Koordinator massa aksi sekaligus perwakilan Forum RT-RW Kota Sukabumi, Arif Rachman, mengatakan keberadaan posko logistik bertujuan untuk mengantisipasi kebutuhan peserta apabila aksi berlangsung cukup lama.
“Posko ini bukan untuk meminta-minta bantuan. Namun apabila ada masyarakat yang peduli terhadap perjuangan RT dan RW serta ingin berpartisipasi, kami persilakan menyalurkan bantuan melalui posko logistik yang telah disiapkan,” ujar Arif.
BACA JUGA : Gelombang Aksi 2626 Menguat, Wali Kota Sukabumi Didesak Tepati Janji atau Hadapi Desakan Pemakzulan
Menurutnya, bantuan yang masuk merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap perjuangan yang sedang dilakukan Forum RT-RW bersama sejumlah elemen warga.
“Alhamdulillah, sampai hari ini bantuan logistik terus berdatangan dari masyarakat. Yang paling banyak berupa air minum kemasan. Ini menunjukkan bahwa banyak warga yang peduli dan mendukung perjuangan yang sedang kami lakukan. Kami berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi,” katanya.
Hingga saat ini, hampir 30 dus air minum telah diterima dan jumlahnya terus bertambah seiring mendekatnya hari pelaksanaan aksi. Untuk bantuan makanan, panitia meminta masyarakat menyalurkannya pada hari pelaksanaan agar tetap dalam kondisi layak konsumsi.
“Ada warga yang sudah menghubungi ingin mengirim makanan. Kami sarankan dikirim pada hari pelaksanaan aksi supaya kondisinya masih baik untuk dikonsumsi oleh peserta,” ungkap Arif.
Di sisi lain, persiapan aksi juga terus dimatangkan. Forum RT-RW bersama sejumlah organisasi masyarakat, LSM, dan kelompok warga memastikan akan menyuarakan berbagai tuntutan yang berkaitan dengan janji politik Pemerintah Kota Sukabumi yang dinilai belum memperoleh kepastian realisasi.
Beberapa tuntutan yang akan disampaikan antara lain kepastian regulasi RT dan RW, ketepatan pembayaran insentif, transparansi pengelolaan dana kelurahan, realisasi Dana Abadi yang pernah dijanjikan, hingga permintaan klarifikasi dan permohonan maaf terkait pernyataan yang dianggap menyinggung keberadaan RT dan RW.
Panitia menyebut dukungan terhadap aksi terus bertambah. Sedikitnya 13 hingga 15 elemen masyarakat telah menyatakan bergabung. Dari pendataan internal, peserta dari unsur RT dan RW telah mencapai sekitar 1.800 orang. Sementara dalam surat pemberitahuan kepada kepolisian, jumlah massa yang diperkirakan hadir mencapai 7.000 orang.
“Aksi akan dimulai pukul 09.00 WIB dan kami memperkirakan ribuan peserta akan hadir. Dukungan dari berbagai elemen masyarakat terus bertambah hingga menjelang hari pelaksanaan. Namun yang terpenting, kami mengajak seluruh peserta untuk tetap menjaga ketertiban dan menyampaikan aspirasi secara damai,” tegas Arif.
Dengan terus berdatangannya bantuan logistik serta meningkatnya dukungan dari berbagai kalangan, Aksi 2626 diperkirakan menjadi salah satu mobilisasi masyarakat terbesar di Kota Sukabumi sepanjang tahun 2026. Meski demikian, panitia menegaskan seluruh rangkaian kegiatan akan dilaksanakan secara damai, tertib, dan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Semangat masyarakat yang terus mengalir melalui dukungan moral maupun logistik menjadi energi bagi kami. Harapan kami sederhana, aspirasi warga dapat didengar dan mendapat respons yang jelas dari pemerintah,” pungkasnya.

