Berita SukabumiKabupaten Sukabumi

Kebakaran Ancam SDN Cipriangan Sukalarang, Api Diduga Berasal dari Pembakaran Sampah

×

Kebakaran Ancam SDN Cipriangan Sukalarang, Api Diduga Berasal dari Pembakaran Sampah

Sebarkan artikel ini
Petugas memadamkan api di lokasi kebakaran di SDN Cipriangan, Sukalarang pada Senin (1/6/2026). (Foto: Yandi Chandra/Sukabumiku.id).

SUKABUMI – Kebakaran mengancam bangunan SDN Cipriangan di Kampung Cipriangan, Desa Semplak, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, Senin (1/6/2026) sore. Api yang diduga berasal dari pembakaran sampah di belakang sekolah sempat membesar dan menjalar ke area sekitar sebelum berhasil dikendalikan petugas.

Peristiwa tersebut dilaporkan warga kepada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Sukabumi sekitar pukul 16.27 WIB. Tak lama berselang, petugas dari Posko Sukaraja bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.

Baca Juga: FIFA Kirim Surat Ucapan Selamat untuk Persib Usai Juara Super League 2025/2026

Saat di konfirmasi Sukabumiku.id Kepala DPKP Kabupaten Sukabumi, Budianto, mengatakan tim tiba di lokasi sekitar pukul 16.44 WIB dan langsung melakukan upaya penanganan guna mencegah api merambat ke bangunan sekolah.

“Kondisi lokasi berada di gang sempit sehingga cukup menyulitkan proses penanganan. Namun petugas berhasil mengendalikan api sebelum mencapai bangunan utama sekolah,” ujarnya, Selasa (2/6/2026).

Kobaran api yang muncul di area belakang sekolah sempat menimbulkan kekhawatiran warga sekitar. Beruntung, respons cepat petugas berhasil mencegah kebakaran meluas dan menimbulkan kerusakan yang lebih besar.

Baca Juga: Musim Umrah 2026 Dimulai, Sapuhi Prediksi Jumlah Jemaah Turun hingga 35 Persen

Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melakukan proses pendinginan dan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan tidak ada titik api yang masih tersisa.

Dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa maupun laporan korban luka. Bangunan utama sekolah juga berhasil diselamatkan dari ancaman kebakaran.

DPKP Kabupaten Sukabumi mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan, terutama di sekitar permukiman dan fasilitas umum. Pasalnya, aktivitas tersebut berisiko memicu kebakaran, terlebih saat kondisi cuaca kering yang membuat api lebih mudah menyebar.