Berita SukabumiKabupaten SukabumiPariwisata

Syukuran Hari Nelayan Minajaya ke-14 Perkuat Wisata Bahari, Ali Iskandar Soroti Sejarah dan Kolaborasi

×

Syukuran Hari Nelayan Minajaya ke-14 Perkuat Wisata Bahari, Ali Iskandar Soroti Sejarah dan Kolaborasi

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, saat diwawancarai di Pantai Minajaya pada Kamis (23/7/2026). (Foto: Yandi Chandra/ Sukabumiku.id).

SUKABUMI – Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, menyambut positif pelaksanaan Syukuran Hari Nelayan Minajaya ke-14 yang digelar di kawasan pesisir Minajaya, Kecamatan Surade pada Kamis (23/7/2026). Menurutnya, perayaan tersebut tidak hanya menjadi ungkapan rasa syukur masyarakat nelayan, tetapi juga momentum penting untuk memperkuat potensi wisata bahari di wilayah selatan Sukabumi.

Ali mengaku bersyukur karena kegiatan tahun ini dihadiri langsung oleh Bupati Sukabumi. Kehadiran kepala daerah dinilai menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan kawasan Minajaya sebagai destinasi wisata berbasis budaya dan kemaritiman.

Baca Juga: Yudha Sukmagara: Koperasi Desa Jadi Penggerak Ekonomi Rakyat, Kendala Lahan Harus Segera Diatasi

“Alhamdulillah, kita bersyukur dan berbahagia karena Syukuran Hari Nelayan Minajaya ke-14 dapat dihadiri langsung oleh Bapak Bupati. Ini menjadi semangat bagi masyarakat dan seluruh pihak yang terlibat dalam pengembangan kawasan ini,” ujar Ali.

Ia menjelaskan, momentum tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kembali sejarah Minajaya yang dahulu dikenal dengan nama Kutamara. Menurutnya, nilai sejarah dan legenda yang melekat pada kawasan tersebut merupakan kekuatan besar dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata.

“Minajaya memiliki cerita sejarah yang menarik. Dahulu dikenal sebagai Kutamara, yang menyimpan legenda dan jejak sejarah. Bagi dunia pariwisata, storytelling seperti ini sangat penting karena mampu menambah daya tarik destinasi,” katanya.

Baca Juga: Jampangkulon Tunjukkan Kapasitas sebagai Tuan Rumah PORSADIN VIII, Kolaborasi Jadi Kunci Kesuksesan

Ali menilai, kekayaan cerita sejarah tersebut menjadi amunisi baru dalam membangun citra wisata Minajaya sehingga tidak hanya menawarkan keindahan pantai, tetapi juga pengalaman budaya dan sejarah kepada para wisatawan.

Selain itu, ia mengapresiasi kolaborasi yang mulai terbangun antara nelayan, pelaku usaha pariwisata, pemerintah, hingga pelaku usaha tambak. Menurutnya, sinergi tersebut menjadi modal penting dalam menciptakan kawasan wisata yang berkelanjutan.

Namun demikian, Ali mengingatkan agar aktivitas usaha, khususnya sektor tambak, tetap memperhatikan kelestarian lingkungan. Pengelolaan limbah harus dilakukan dengan baik agar tidak mencemari laut yang menjadi sumber penghidupan utama masyarakat nelayan.

“Kami ingin memastikan seluruh aktivitas usaha berjalan selaras dengan kelestarian lingkungan. Laut adalah sumber kehidupan nelayan sekaligus aset wisata yang harus dijaga bersama,” tegasnya.

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Sukabumi Buka Akses Perlindungan bagi Pengurus Koperasi Merah Putih

Ia berharap kolaborasi yang terjalin mampu menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan pengembangan pariwisata. Dengan demikian, masyarakat nelayan semakin sejahtera, sementara Minajaya berkembang menjadi destinasi wisata bahari yang nyaman, menarik, dan berdaya saing.

“Harapan kami, nelayan semakin bahagia, sektor wisata semakin tertata, dan Minajaya menjadi daya tarik baru yang mampu mengundang lebih banyak wisatawan ke Kabupaten Sukabumi,” pungkasnya.