SUKABUMI — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mangkalaya 01 di bawah naungan Yayasan Tidar Biru Sejahtera menggelar syukuran memperingati satu tahun berdirinya SPPG, Jumat (21/8/2026).
Kegiatan milad pertama tersebut berlangsung dengan penuh rasa syukur. Acara diawali dengan doa bersama dan Maulid Nabi Muhammad SAW, kemudian dilanjutkan dengan makan bersama serta pemberian santunan berupa sembako kepada para relawan yang selama ini terlibat dalam operasional SPPG.
Kepala Yayasan Tidar Biru Sejahtera, Sayid Agil, mengatakan peringatan satu tahun tersebut menjadi momentum untuk mensyukuri perjalanan SPPG Mangkalaya 01 yang disebut sebagai salah satu SPPG pertama di wilayah Mangkalaya.
“Alhamdulillah kita sudah melewati masa-masa memulai SPPG, yang merupakan SPPG pertama di Mangkalaya. Beribu-ribu rintangan luar biasa sudah kita lewati,” ujar Sayid Agil.
Menurutnya, kegiatan syukuran kali ini sengaja lebih difokuskan kepada para relawan dan jajaran internal yang selama ini menjadi bagian penting dalam menjalankan pelayanan. Sedikitnya terdapat hampir 50 relawan yang turut mendapat perhatian dalam kegiatan tersebut, bersama ahli gizi, ahli keuangan dan kepala dapur.
“Ini rasa syukur yang luar biasa. Kita masih diberikan nikmat dan kekuatan sehingga bisa terus menjalankan amanah dari program prioritas Presiden, yaitu Makan Bergizi Gratis,” katanya.
Sayid berharap memasuki tahun kedua, SPPG Mangkalaya 01 dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada para penerima manfaat, terutama anak-anak sekolah dasar dan taman kanak-kanak di wilayah Mangkalaya dan sekitarnya.
Selain santunan kepada para relawan, momentum milad pertama SPPG Mangkalaya 01 juga diwarnai pemberian hadiah ibadah umrah kepada Arya selaku PIC Yayasan.
Sayid mengungkapkan, pemberian hadiah tersebut sebenarnya tidak direncanakan untuk dipublikasikan. Namun, momentum ulang tahun pertama SPPG dinilai menjadi waktu yang tepat untuk mengungkap bentuk apresiasi tersebut.
“Ini sebenarnya awalnya tidak akan kita publikasikan. Tetapi bertepatan dengan hari ulang tahun ini, menjadi momentum yang tepat. Saya bersama istri memberikan langsung kepada Saudara Arya selaku PIC Yayasan,” ungkapnya.
Menariknya, hadiah umrah tersebut rencananya akan diberikan Arya kepada sang ibu sebagai bentuk penghormatan kepada sosok yang selama ini membesarkan dan merawatnya.
Sayid menyebut pemberian tersebut merupakan bentuk rasa syukur sekaligus apresiasi atas dedikasi yang telah diberikan dalam menjalankan tugas di SPPG Mangkalaya 01.
Memasuki tahun kedua operasional, Sayid juga menyinggung sejumlah tantangan yang harus dihadapi SPPG seiring adanya berbagai regulasi dan kebijakan baru dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Menurutnya, perubahan aturan tersebut membutuhkan proses adaptasi dari seluruh jajaran SPPG.
“Tantangannya luar biasa di bawah kepemimpinan Kepala BGN yang baru. Kita mendapatkan pressure ataupun aturan-aturan yang luar biasa. Tetapi semua itu insya Allah akan kita lewati bersama,” ujarnya.
Ia menilai penerapan sejumlah sistem digital, salah satunya SIPGN, merupakan bagian dari upaya meningkatkan transparansi dan kerapian pelaporan kegiatan SPPG.
Melalui sistem tersebut, setiap bagian di SPPG, mulai dari kepala dapur, ahli gizi, pengawas keuangan hingga sejumlah divisi lainnya, diwajibkan melakukan pengisian dan pelaporan secara rutin setiap hari.
“Selain lebih transparan, laporan juga lebih rapi setiap harinya, bukan per minggu. Setiap hari kepala dapur, AG, ahli gizi, pengawas keuangan, Aslap dan beberapa divisi mengisi formulir serta melaporkan hasil pekerjaannya. Semuanya bisa dipantau melalui sistem pusat,” jelasnya.
Sayid menegaskan, berbagai tantangan dan penyesuaian regulasi tersebut akan dijadikan bagian dari evaluasi untuk memperkuat pengelolaan SPPG Mangkalaya 01 agar pelayanan pemenuhan gizi bagi penerima manfaat dapat terus berjalan secara optimal.

