SUKABUMI – Rasa solidaritas dan kepedulian terhadap sesama insan pers ditunjukkan para jurnalis di Sukabumi dengan menggelar doa bersama serta menyalakan lilin sebagai bentuk dukungan bagi rekan-rekan jurnalis yang tengah bertugas melakukan peliputan di tengah bencana erupsi Gunung Anak Krakatau.
Kegiatan tersebut diikuti sejumlah insan pers dari berbagai organisasi kewartawanan, di antaranya Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), serta sejumlah jurnalis lainnya di Sukabumi.
Doa bersama tersebut menjadi bentuk keprihatinan sekaligus harapan agar para jurnalis yang sedang menjalankan tugas jurnalistik di lokasi bencana diberikan keselamatan dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga.
Ketua IJTI Kota Sukabumi, Afit Haeruman, mengatakan aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian sesama jurnalis. Menurutnya, tugas jurnalistik di wilayah bencana memiliki risiko yang sangat besar, terlebih kondisi erupsi Gunung Anak Krakatau masih terus berlangsung.
“Hari ini kami dari teman-teman jurnalis Sukabumi, PWI, IJTI, AJI, dan beberapa insan pers lainnya melakukan doa bersama. Kami juga menyalakan lilin sebagai bentuk harapan agar rekan-rekan jurnalis yang sedang bertugas melakukan peliputan bencana erupsi Gunung Anak Krakatau diberikan keselamatan,” ujar Afit.
Ia berharap para jurnalis yang hingga kini masih dalam situasi mengkhawatirkan dapat segera ditemukan oleh tim pencarian dan pertolongan dalam kondisi selamat.
Afit juga mengajak seluruh insan pers serta masyarakat untuk terus mendoakan keselamatan para jurnalis yang tengah menjalankan tugas di lapangan.
“Mudah-mudahan mereka masih diberikan keselamatan dan masih ada harapan untuk bisa kembali lagi ke rumah. Kita tahu bahwa hari ini erupsi Gunung Anak Krakatau masih terus terjadi. Semoga tim SAR juga berhasil menemukan mereka dalam kondisi selamat,” ungkapnya.
Menurut Afit, keselamatan menjadi harapan utama dalam situasi tersebut. Di tengah tugas jurnalistik untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat, para jurnalis juga menghadapi kondisi lapangan yang penuh risiko.
Penyalaan lilin dan doa bersama ini sekaligus menjadi simbol solidaritas insan pers Sukabumi. Para jurnalis berharap pencarian terhadap rekan-rekan mereka terus dilakukan secara maksimal dan memberikan hasil yang menggembirakan bagi keluarga maupun seluruh komunitas pers.
Solidaritas tersebut menunjukkan bahwa di balik aktivitas jurnalistik dalam mencari dan menyampaikan informasi kepada publik, terdapat ikatan kemanusiaan yang kuat di antara para pekerja pers.
Doa bersama ditutup dengan harapan agar seluruh jurnalis yang sedang bertugas di kawasan terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau diberikan perlindungan, segera ditemukan, dan dapat kembali dengan selamat kepada keluarga.

