SUKABUMI — Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kota Sukabumi mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda dan pemerintah daerah untuk menjawab berbagai persoalan pembangunan, mulai dari pengangguran hingga pengelolaan lingkungan.
Pelibatan pemuda dalam perencanaan kebijakan dinilai menjadi langkah penting untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) di Kota Sukabumi.
Pesan tersebut disampaikan Ketua DPD KNPI Kota Sukabumi, Sudar Fauzi, dalam rangkaian peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-98 tahun 2026 yang berlangsung di Plaza Pemerintah Kota Sukabumi, Jalan R. Syamsudin, S.H. Nomor 25, Rabu (28/10/2026).
Upacara tersebut dihadiri Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki, Ketua DPRD Kota Sukabumi Wawan Juanda, Dandim 0607/Kota Sukabumi Letkol Inf Beny Syafri, Ketua Pengadilan Negeri Kota Sukabumi Eko Julianto, Kapolsek Cikole Kompol Usep Nurdin, Sekretaris Daerah Kota Sukabumi Andang Tjahjandi, serta unsur penyelenggara pemilu, perangkat daerah, dan perwakilan organisasi kepemudaan (OKP).
Dalam laporannya, Sudar menegaskan bahwa peringatan Sumpah Pemuda tidak boleh berhenti pada seremoni tahunan. Momentum ini, menurutnya, harus menjadi pengingat bahwa persatuan pemuda perlu diwujudkan melalui kerja nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“KNPI Kota Sukabumi berkomitmen menjadi rumah bersama bagi seluruh potensi kepemudaan. Kami ingin merangkul organisasi kepemudaan, komunitas kreatif, mahasiswa, akademisi, dan berbagai elemen lainnya untuk menyatukan energi serta mengambil peran nyata dalam pembangunan daerah,” ujar Sudar.
Mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”, peringatan HSP tahun ini menjadi momentum bagi KNPI untuk menyoroti sejumlah tantangan pembangunan di Kota Sukabumi.
Sudar menilai persoalan ketenagakerjaan, khususnya pengangguran, serta pengelolaan sampah yang belum optimal menjadi tantangan yang membutuhkan keterlibatan lintas sektor. Di sisi lain, pemuda memiliki potensi besar untuk menghadirkan gagasan, inovasi, dan solusi yang dapat dikembangkan bersama pemerintah daerah.
Ia juga mengapresiasi berbagai upaya Pemerintah Kota Sukabumi dalam menghadirkan program pelayanan dan pemberdayaan masyarakat, di antaranya Beasiswa Sukabumi Bercahaya, Program 12 PAS, dan Mal Pelayanan Publik Terintegrasi.
Menurut Sudar, berbagai program pembangunan tersebut perlu terus diperkuat melalui partisipasi masyarakat, termasuk pemuda, agar kebijakan yang dihasilkan semakin responsif terhadap kebutuhan generasi muda.
“Pemuda jangan hanya ditempatkan sebagai objek pembangunan atau sekadar penerima manfaat program pemerintah.Pemuda harus menjadi subjek yang ikut merumuskan gagasan, menyampaikan aspirasi, mengawal kebijakan, dan terlibat dalam pelaksanaannya,” tegasnya.
Karena itu, KNPI mendorong agar pelibatan organisasi kepemudaan dilakukan secara lebih sistematis, termasuk dalam forum perencanaan pembangunan atau Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), mulai dari tingkat kelurahan hingga kota, sesuai dengan mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
Sudar menekankan bahwa kolaborasi tersebut perlu diarahkan pada target pembangunan yang terukur, salah satunya melalui peningkatan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP).
“IPP harus menjadi perhatian bersama. Kita perlu melihat bagaimana kondisi pemuda dalam aspek pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan, kesempatan kerja, partisipasi, serta kepemimpinan. Dari situ, kita bisa menyusun program yang tepat sasaran, menentukan prioritas, dan mengukur dampaknya,” jelasnya.
Sebagai bentuk pertanggungjawaban sekaligus gambaran kontribusi organisasi, DPD KNPI Kota Sukabumi turut melaporkan sebelas rangkaian kegiatan yang telah diselenggarakan dalam momentum peringatan HSP ke-98.
Kegiatan tersebut meliputi pelantikan pengurus DPD KNPI Kota Sukabumi masa bakti 2026–2029; aksi donor darah bersama PMI; pemeriksaan kesehatan gratis; konsultasi hukum gratis; penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Bawaslu dan perguruan tinggi swasta; serta peluncuran Beasiswa KNPI Kota Sukabumi bagi 10 mahasiswa.
Selain itu, KNPI menyelenggarakan talkshow kepemudaan bersama Ketua DPD KNPI Jawa Barat, pelatihan eco-enzyme, Rembug Lingkungan Hidup, pagelaran seni budaya Sunda, dan lomba ketangkasan gim Mobile Legends yang menyasar generasi Z.
Rangkaian kegiatan tersebut dirancang untuk memperluas ruang partisipasi pemuda sekaligus menghadirkan kontribusi organisasi dalam bidang sosial, pendidikan, kesehatan, hukum, lingkungan, kebudayaan, dan kreativitas generasi muda.
Sudar menyebut kegiatan lingkungan sebagai salah satu contoh bagaimana energi pemuda dapat diarahkan untuk menjawab persoalan nyata di masyarakat.
“Melalui pelatihan eco-enzyme dan Rembug Lingkungan Hidup, kami ingin mendorong kesadaran bahwa persoalan lingkungan membutuhkan keterlibatan semua pihak. Pemuda tidak cukup hanya mengkritik, tetapi juga harus hadir membawa gagasan, membangun gerakan, dan bekerja bersama untuk menghadirkan solusi,” ungkapnya.
Ke depan, DPD KNPI Kota Sukabumi ingin memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam pembangunan kepemudaan. Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya berlangsung dalam kegiatan seremonial, tetapi berlanjut melalui dialog kebijakan, program bersama, dan evaluasi yang berorientasi pada hasil.
Bagi KNPI, peringatan Sumpah Pemuda merupakan momentum untuk memperbarui komitmen persatuan sekaligus mempertegas tanggung jawab generasi muda dalam menjawab tantangan zaman.
Sudar berharap pemerintah daerah, organisasi kepemudaan, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat dapat membangun ekosistem kolaborasi yang memberikan ruang lebih luas bagi pemuda untuk berkembang dan berkontribusi.
“Semangat Sumpah Pemuda mengajarkan kita bahwa perbedaan bukan alasan untuk berjalan sendiri-sendiri. Kita memiliki tanggung jawab yang sama untuk memajukan Kota Sukabumi. KNPI siap menjadi bagian dari ikhtiar bersama itu, dengan gagasan, kerja nyata, dan kolaborasi yang berkelanjutan,” pungkasnya.

