SUKABUMI – Upaya meningkatkan literasi dan kemandirian masyarakat desa dilakukan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas Nusa Putra melalui program ESPOREJA di Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi.
Program yang berlangsung sejak Juni hingga Oktober 2026 tersebut merupakan bagian dari Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa). ESPOREJA dirancang untuk memperkuat budaya literasi, keterampilan hidup, ketahanan keluarga, hingga potensi ekonomi masyarakat.
Salah satu inovasi yang dikembangkan dalam program ini adalah Pojok Literasi 5N. Konsep tersebut mencakup lima bidang pembelajaran, yakni Ngaruwat Elmu untuk literasi dasar, Ngulik Digital untuk literasi digital produktif, Ngabina Kulawarga untuk penguatan ketahanan keluarga, Ngamumule Usaha untuk pengembangan UMKM, serta Ngawangun Diri untuk peningkatan kecakapan hidup.
Melalui lima bidang tersebut, masyarakat mendapatkan pendampingan dengan materi yang disesuaikan berdasarkan kebutuhan masing-masing kelompok sasaran.
Kegiatan pembelajaran meliputi pengembangan diri, perencanaan masa depan, literasi dasar, pemanfaatan teknologi digital, komunikasi positif dalam keluarga, hingga pengembangan usaha masyarakat.
Metode learning by doing atau belajar melalui praktik langsung diterapkan agar peserta tidak hanya memahami materi, tetapi juga dapat menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.
Di sektor ekonomi, program ESPOREJA turut memberikan pendampingan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satunya melalui fasilitasi pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai identitas legal pelaku usaha.
Baca Juga: Ini Daftar Lengkap 62 Pejabat Pemkot Sukabumi yang Dilantik Wali Kota Ayep Zaki Hari Ini
Masyarakat juga diperkenalkan dengan pemasaran digital dan pengembangan identitas visual produk untuk membantu meningkatkan daya saing usaha.
Selain penguatan literasi dan ekonomi, ESPOREJA menghadirkan Forum Aspirasi Masyarakat (FORAM). Forum ini menjadi ruang bagi warga untuk menyampaikan kebutuhan dan aspirasi sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan desa.
Pelaksanaan program melibatkan mahasiswa DPM Universitas Nusa Putra, dosen pendamping, pemerintah desa, Karang Taruna, serta masyarakat setempat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan koordinasi, observasi lapangan, penyusunan kurikulum, dan persiapan fasilitas. Selanjutnya, program dilaksanakan melalui pembukaan kegiatan, evaluasi awal, pembelajaran tematik, serta pendampingan kepada masyarakat.
Baca Juga: Resep Oseng Kikil Cabai Hijau, Menu Sederhana dengan Cita Rasa Gurih dan Pedas
Bagi mahasiswa, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mengasah kemampuan kepemimpinan, komunikasi, kerja sama tim, pengelolaan program, dan pemecahan masalah melalui keterlibatan langsung di tengah masyarakat.
DPM Universitas Nusa Putra berharap Pojok Literasi dapat terus dimanfaatkan sebagai ruang belajar yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan keterlibatan masyarakat serta dukungan berbagai pihak, ESPOREJA diharapkan dapat berkontribusi dalam mewujudkan Desa Wangunreja yang lebih cerdas, mandiri, dan berdaya saing.

