Berita SukabumiBerita UtamaKabupaten Sukabumi

Di Balik Viral Buaya Situ Habibi, Warga Sudah Bertahun-tahun Hidup Berdampingan dengan Predator Liar

×

Di Balik Viral Buaya Situ Habibi, Warga Sudah Bertahun-tahun Hidup Berdampingan dengan Predator Liar

Sebarkan artikel ini
Buaya menyerang anak sapi di Situ Habibi, Surade, Kabupaten Sukabumi, hingga memicu kepanikan warga dan wisatawan. (Foto: Tangkap Layar Rekaman Video Warga)

SUKABUMI – Video seekor buaya yang menyerang anak sapi di kawasan wisata Situ Habibi, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, viral di media sosial. Namun, bagi warga sekitar, kemunculan reptil tersebut bukanlah peristiwa baru, melainkan risiko yang sudah bertahun-tahun mereka hadapi dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Insiden yang terjadi pada Sabtu (25/7/2026) itu memang sempat memicu kepanikan wisatawan. Dalam rekaman video, terlihat seekor buaya menggigit anak sapi yang berada di tepian situ, sementara warga berteriak dan berusaha menghalau predator tersebut hingga akhirnya sapi berhasil diselamatkan.

Baca Juga: Pelajar Jampangkulon Jadi Korban Dugaan Pengeroyokan, Polisi Ajak Masyarakat Bantu Ungkap Pelaku

Kepala Dusun Cimanala, Saefuloh, mengatakan anak sapi itu merupakan milik Marna, warga Desa Cipeundeuy. Meski mengalami luka robek akibat gigitan, ternak tersebut berhasil diselamatkan.

“Alhamdulillah sapi berhasil diselamatkan. Kondisinya hanya mengalami luka robek akibat gigitan buaya,” ujarnya.

Menurut Saefuloh, perhatian publik seharusnya tidak hanya tertuju pada video viral, tetapi juga pada kenyataan bahwa warga telah lama hidup berdampingan dengan buaya yang menghuni Situ Habibi. Selama ini, sejumlah hewan ternak menjadi korban, bahkan pernah terjadi serangan terhadap warga yang sedang mencari ikan.

“Sudah ada satu ekor sapi dan sembilan ekor domba yang menjadi mangsa. Dulu juga pernah ada warga yang diserang saat menjala ikan. Syukur hanya mengalami luka di bagian kaki,” ungkapnya.

Baca Juga: Dewi Asmara: Pariwisata Sukabumi Harus Dipadukan dengan Budaya dan Wisata Bahari

Kondisi tersebut membuat masyarakat harus selalu meningkatkan kewaspadaan ketika beraktivitas di sekitar danau. Warga kini terbiasa mengawasi ternak dengan lebih ketat dan menghindari berada terlalu dekat dengan tepian situ, terutama pada waktu-waktu tertentu.

Sementara itu, Kepala Desa Cipeundeuy, Bakang Anwar As’adi, menyampaikan bahwa pemerintah desa akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mencari solusi yang tepat terhadap keberadaan buaya tersebut.

“Kami akan segera menyampaikan surat kepada pihak terkait agar ada tindak lanjut. Kami juga mengimbau masyarakat dan para pengunjung untuk selalu meningkatkan kewaspadaan saat berada di sekitar Situ Habibi,” katanya, Minggu (26/7/2026).

Baca Juga: Kebakaran Hebat Landa Kasepuhan Ciptamulya di Cisolok, Sejumlah Rumah Terbakar

Ia menegaskan, pemerintah desa selama ini rutin memberikan sosialisasi melalui kepala dusun dan ketua RT mengenai keberadaan buaya di Situ Habibi. Edukasi dilakukan agar masyarakat memahami potensi bahaya sekaligus mampu beraktivitas dengan lebih aman tanpa memicu konflik dengan satwa liar.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa pengelolaan kawasan wisata yang berdampingan dengan habitat satwa liar memerlukan perhatian serius. Warga berharap pemerintah dan instansi terkait segera melakukan kajian menyeluruh agar keselamatan masyarakat dan pengunjung tetap terjamin, sekaligus menjaga kelestarian buaya yang merupakan bagian dari ekosistem alami Situ Habibi.