SUKABUMI – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Sukabumi terus memperkuat edukasi kesehatan reproduksi kepada kalangan pelajar. Melalui sosialisasi yang digelar di SMAN 1 Warungkiara, Kecamatan Warungkiara, para siswa dibekali pemahaman mengenai pubertas, pergaulan sehat, hingga bahaya perilaku berisiko sebagai bekal menyongsong masa depan.
Kepala Bidang Keluarga Berencana DPPKB Kabupaten Sukabumi, Feri Budiman, mengatakan literasi kesehatan reproduksi menjadi salah satu upaya penting dalam membentuk generasi muda yang sehat, berkarakter, dan mampu mengambil keputusan secara bijak.
“Kami mengajak peserta menjaga diri dari perilaku berisiko dan merencanakan masa depan dengan baik demi mewujudkan generasi berkualitas serta berdaya saing,” ujar Feri Budiman dalam keterangan resminya.
Menurutnya, pemahaman mengenai kesehatan reproduksi tidak hanya berkaitan dengan aspek kesehatan, tetapi juga menjadi bekal bagi remaja untuk menghadapi berbagai tantangan sosial di era modern.
Dalam kegiatan tersebut, narasumber dari DPPKB Kabupaten Sukabumi, Desi Wulandari dan Arini, menyampaikan materi mengenai masa pubertas, pentingnya menjaga kesehatan organ reproduksi, peran keluarga dalam pembentukan karakter, serta Triad Kesehatan Reproduksi Remaja yang mencakup seksualitas, penyalahgunaan NAPZA, dan HIV/AIDS.
Penyampaian materi berlangsung interaktif. Para siswa terlihat aktif mengikuti sesi diskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan seputar kesehatan reproduksi remaja.
Feri berharap edukasi tersebut tidak berhenti pada pemahaman teori semata, tetapi mampu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari oleh para peserta.
“Melalui langkah preventif ini, DPPKB berharap remaja tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari, berkarakter kuat, serta bijak dalam mengambil keputusan demi masa depan mereka,” katanya.
Ia menambahkan, kegiatan edukasi seperti ini akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya DPPKB Kabupaten Sukabumi dalam mempersiapkan generasi muda yang sehat, berkualitas, dan memiliki daya saing untuk mendukung pembangunan daerah.

