Kabupaten SukabumiPendidikan

GMNI Sukabumi Raya Perkuat Pendidikan Rakyat Lewat Youth Social Action di Basis Petani

×

GMNI Sukabumi Raya Perkuat Pendidikan Rakyat Lewat Youth Social Action di Basis Petani

Sebarkan artikel ini
Suasana kegiatan GMNI Youth Social Action, yang diselenggarakan GMNI Sukabumi Raya di Kecamatan Lengkong, Kabupaten Sukabumi, Selasa (02/06/2026). (Foto: Hasyim Arsyad/Sukabumiku.id)

SUKABUMI – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sukabumi Raya terus menunjukkan peran aktifnya dalam pemberdayaan masyarakat. Melalui program GMNI Youth Social Action, GMNI Sukabumi Raya menggandeng berbagai elemen untuk memperkuat pendidikan rakyat di kawasan Basis Petani Lengkong.

Wakil Ketua Bidang Kaderisasi, Ideologi dan Pendidikan DPC GMNI Sukabumi Raya, Septian Hidayat, menyebut kegiatan tersebut sebagai bentuk nyata keterlibatan mahasiswa di tengah masyarakat.

Ia mengatakan, kegiatan itu merupakan wujud pengabdian sekaligus implementasi nilai perjuangan Marhaenisme yang menjadi dasar gerakan GMNI.

Baca Juga: Berawal dari Tantangan di Medsos, Tawuran Berdarah di Sukabumi Makan Korban Luka Berat

“Kegiatan ini adalah bentuk nyata pengabdian kepada rakyat sekaligus implementasi nilai-nilai perjuangan Marhaenisme,” ujar Septian kepada sukabumiku.id, Selasa (02/06/2026).

Kegiatan berlangsung pada Sabtu hingga Minggu 30-31 Mei 2026 menghadirkan kolaborasi antara mahasiswa, petani, anak-anak, serta sejumlah organisasi seperti Fraksi Rakyat, Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Sukabumi, dan Serikat Petani Indonesia (SPI).

Beragam aktivitas digelar untuk menjangkau berbagai kalangan. Anak-anak diajak mengenal budaya melalui permainan tradisional dan kegiatan melukis cita-cita. Sementara itu, warga mengikuti penanaman pohon, kelas hukum agraria, hingga pelatihan jurnalistik warga sebagai sarana meningkatkan akses informasi.

Baca Juga: Cibadak Macet Lagi, Truk Alat Berat Mogok di Pinggir Jalan

Selain itu, agenda juga diisi dengan pemutaran film bertema sosial serta diskusi terbuka yang menjadi ruang refleksi bersama terkait berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Septian menambahkan mahasiswa tidak cukup hanya belajar di ruang kelas, tetapi harus turun langsung untuk memahami dan terlibat dalam dinamika kehidupan masyarakat.

“Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan mampu mendorong perubahan sosial yang lebih baik,” tukasnya.

Baca Juga: Penataan Pasar Palabuhanratu Dimulai, PKL Diberi Imbauan Tak Gunakan Badan Jalan

Melalui kegiatan ini, GMNI ingin menghadirkan ruang belajar bersama yang inklusif sekaligus memperkuat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat akar rumput.

Septian berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial, melainkan menjadi langkah awal membangun gerakan sosial yang berkelanjutan.

Dengan semangat belajar bersama rakyat, GMNI Sukabumi Raya berkomitmen terus hadir dan berkontribusi dalam mendorong peningkatan kesadaran sosial, pendidikan, serta solidaritas di tengah masyarakat.