SUKABUMI — Harga sejumlah kebutuhan pokok di Kabupaten Sukabumi terpantau relatif stabil pada Senin (11/5/2026). Namun, beberapa komoditas strategis seperti cabai merah dan cabai rawit mengalami kenaikan cukup signifikan berdasarkan hasil pemantauan di 12 pasar tradisional.
Data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Sukabumi menunjukkan, cabai rawit merah menjadi komoditas dengan harga tertinggi mencapai Rp73.750 per kilogram atau naik Rp667. Sementara cabai merah besar berada di angka Rp57.083 per kilogram, naik Rp1.250 dibanding sebelumnya.
Kenaikan harga cabai diperkirakan dipengaruhi pasokan yang mulai berkurang serta tingginya permintaan pasar.
Di sisi lain, sejumlah kebutuhan pokok lainnya masih terpantau stabil. Harga beras medium berada di angka Rp13.358 per kilogram, sedangkan beras premium Rp14.336 per kilogram.
Untuk minyak goreng, harga Minyakita tercatat Rp23.167 per liter dan minyak goreng curah Rp21.625 per kilogram. Sementara gula pasir berada di angka Rp18.042 per kilogram.
Baca Juga: 15 Satpam Jaga Lapang Merdeka Kota Sukabumi Dalam Tiga Shift
Harga telur ayam broiler dijual rata-rata Rp29 ribu per kilogram dan daging ayam broiler Rp38.250 per kilogram. Sedangkan daging sapi tercatat Rp145.500 per kilogram atau turun Rp500 dibanding sebelumnya.
Komoditas bawang merah dijual Rp40.500 per kilogram, sementara bawang putih honan Rp35.800 per kilogram.
Untuk komoditas perikanan, ikan kembung berada di harga Rp47.500 per kilogram, ikan tongkol Rp42 ribu per kilogram, dan ikan mas Rp37.083 per kilogram.
Seorang pedagang sembako di Pasar Surade, Nining (52), mengaku kenaikan harga cabai mulai terasa dalam beberapa hari terakhir. Menurutnya, stok dari pemasok tidak sebanyak biasanya sehingga harga perlahan naik di tingkat pasar.
“Cabai sekarang mulai naik lagi, terutama cabai merah sama rawit. Pembeli juga banyak yang ngurangin belanja karena harganya mahal,” ujarnya.
Baca Juga: Driver Online Palabuhanratu Minta Dukungan Pemkab, Transportasi Digital Dinilai Bisa Dongkrak UMKM
Nining mengatakan, meski beberapa bahan pokok masih stabil, masyarakat tetap cukup sensitif terhadap kenaikan harga cabai karena menjadi kebutuhan harian rumah tangga.
“Kalau beras sama minyak masih normal, tapi kalau cabai naik biasanya pembeli langsung terasa,” katanya.
Pemantauan harga ini dilakukan di 12 pasar tradisional di Kabupaten Sukabumi, yakni Pasar Cibadak, Cisaat, Parungkuda, Cicurug, Sukaraja, Palabuhanratu, Surade, Sagaranten, Warungkiara, Jampangtengah, Jampangkulon, dan Pasar Jubleg.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat tetap bijak dalam berbelanja dan tidak melakukan pembelian berlebihan agar stabilitas harga serta pasokan kebutuhan pokok tetap terjaga.

