SUKABUMI – Kebakaran melanda lahan yang ditumbuhi rumpun bambu di Jalan Merdeka, RT 03 RW 04, Kelurahan Cikundul, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, Minggu (1/11/2026) siang. Akibat kejadian tersebut, sekitar 500 meter persegi lahan kebun bambu hangus terbakar.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Sukabumi, Yoseph, menjelaskan bahwa peristiwa kebakaran diketahui sekitar pukul 12.00 WIB. BPBD menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 12.24 WIB dan langsung menerjunkan personel untuk melakukan penanganan.
“Begitu menerima laporan dari warga, personel langsung melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan unsur terkait untuk menangani kebakaran tersebut,” jelasnya.
Menurut Yoseph, informasi awal kejadian berasal dari warga yang melihat kepulan asap dari arah kebun bambu. Setelah dilakukan pengecekan, ternyata api sudah membesar dan mulai membakar area rumpun bambu.
“Awalnya warga melihat adanya kepulan asap dari arah kebun bambu. Setelah diperiksa ke lokasi, ternyata api sudah membesar dan membakar lahan tersebut,” ungkapnya.
Peristiwa itu diketahui oleh Eman Suherman (49), Ketua RT 03, bersama Jummi Jumiati (42). Keduanya kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kelurahan, BPBD, dan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Sukabumi.
Yoseph menambahkan, sebelum petugas tiba di lokasi, masyarakat sekitar turut berupaya melakukan pemadaman secara gotong royong dengan menggunakan peralatan seadanya.
“Respons masyarakat cukup cepat. Warga bersama-sama melakukan upaya pemadaman awal sambil menunggu petugas datang. Upaya tersebut dilakukan agar api tidak semakin meluas,” katanya.
Dalam penanganan kebakaran tersebut, BPBD Kota Sukabumi berkolaborasi dengan petugas Damkar, TNI melalui Babinsa, Polsek Lembursitu, aparatur Kelurahan Cikundul, serta masyarakat setempat.
“Penanganan dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan sejumlah unsur. Sinergi di lapangan sangat diperlukan agar kebakaran bisa segera dikendalikan,” ujar Yoseph.
Setelah dilakukan penanganan sejak pukul 12.56 WIB, kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 13.50 WIB. Dengan demikian, proses penanganan berlangsung sekitar satu jam.
“Alhamdulillah, api berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 13.50 WIB. Setelah dilakukan pengecekan, kondisi di lokasi sudah aman dan terkendali,” jelasnya.
Berdasarkan hasil asesmen sementara, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 500 meter persegi. Sementara itu, kerugian material ditaksir sekitar Rp5 juta berupa rumpun bambu yang terbakar.
“Untuk dampak kejadian, sekitar 500 meter persegi lahan kebun bambu terbakar dengan taksiran kerugian kurang lebih Rp5 juta,” paparnya.
Meski demikian, Yoseph memastikan tidak terdapat korban jiwa maupun warga yang mengalami luka-luka dalam kejadian tersebut.
“Untuk korban jiwa maupun korban luka-luka nihil. Tidak ada warga yang dilaporkan mengalami cedera akibat peristiwa kebakaran ini,” tegasnya.
Terkait penyebab kebakaran, hingga saat ini pihaknya masih belum dapat memastikan sumber api yang memicu terjadinya peristiwa tersebut.
“Sampai saat ini penyebab kebakaran masih belum diketahui. Kami mencatat kejadian ini berdasarkan hasil asesmen dan informasi yang diperoleh petugas di lapangan,” tambahnya.
Yoseph juga mengingatkan pentingnya kepedulian masyarakat terhadap kondisi lingkungan sekitar. Menurutnya, laporan cepat dari warga menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat proses penanganan ketika terjadi bencana maupun keadaan darurat.
“Kami mengimbau masyarakat agar segera melaporkan apabila melihat tanda-tanda kebakaran atau kejadian darurat lainnya. Jangan menunggu api membesar, karena semakin cepat informasi diterima, semakin cepat pula penanganan dapat dilakukan,” pungkasnya.

