SUKABUMI – Mahasiswa STAI Palabuhanratu memberikan edukasi mengenai bahaya bullying kepada anak-anak PAUD Baledesa 1, Desa Hegarmanah, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, Selasa (11/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00 hingga 10.00 WIB tersebut menjadi bagian dari upaya mengenalkan perilaku saling menghargai sekaligus mencegah perundungan sejak usia dini.
Salah seorang mahasiswa STAI Palabuhanratu, Resti, menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut dengan menyampaikan materi menggunakan pendekatan sederhana yang disesuaikan dengan usia anak.
Baca Juga: Gandeng Pramuka, Bawaslu Kota Sukabumi Siapkan Generasi Muda Jadi Pengawas Demokrasi
Dalam sosialisasi tersebut, anak-anak tidak hanya dikenalkan dengan pengertian bullying, tetapi juga diajak memahami pentingnya menyayangi, menghargai, dan menghormati teman.
Mereka juga diberikan pemahaman agar berani meminta bantuan kepada guru, orang tua, atau orang dewasa yang dipercaya apabila mengalami atau melihat tindakan yang tidak baik terhadap teman.
Resti mengatakan edukasi mengenai bullying perlu dikenalkan sejak usia dini karena pembentukan karakter anak dimulai dari lingkungan terdekat, termasuk sekolah.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengenalkan kepada anak-anak bahwa setiap teman harus disayangi, dihargai, dan diperlakukan dengan baik. Mereka juga perlu tahu bahwa ketika melihat atau mengalami sesuatu yang tidak baik, mereka tidak perlu takut untuk meminta bantuan,” ujar Resti.
Baca Juga: Hadapi Ancaman Kebakaran di Musim Panas, Polres Sukabumi Kota Siapkan Personel dan Armada
Menurutnya, pemahaman sederhana mengenai perilaku bullying diharapkan dapat membantu anak membangun sikap peduli dan empati terhadap teman-temannya.
Kegiatan tersebut juga diarahkan untuk mendorong terciptanya lingkungan PAUD yang aman, nyaman, dan menyenangkan sehingga anak dapat belajar serta bermain tanpa rasa takut maupun tekanan dari teman sebaya.
Sosialisasi ini menjadi salah satu bentuk kepedulian mahasiswa STAI Palabuhanratu terhadap pendidikan karakter anak melalui edukasi pencegahan perundungan.
Selain mengenalkan bahaya bullying, anak-anak juga didorong membangun kebiasaan positif dalam berinteraksi, seperti menghormati perbedaan, membantu teman, tidak mengejek, serta menyelesaikan persoalan dengan cara yang baik.

