SUKABUMI – Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Drs. Agus Andrianto menyerahkan bantuan pembangunan dan renovasi bagi lima ruma warga serta dua masjid di Kampung Warungkiara, Desa Warungkiara, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kepala Lapas Warungkiara Kurnia Panji Pamekas, Bupati Sukabumi Asep Jafar, Anggota DPR RI Dewi Asmara, serta Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Budi Azhar.
Dalam keterangannya, Menteri Agus Andrianto menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bentuk kontribusi nyata Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mendukung berbagai program prioritas Presiden Prabowo Subianto, termasuk penyediaan rumah layak huni bagi masyarakat.
“Kami ini pembantu Bapak Presiden. Tugas kami bukan hanya menjalankan fungsi dan tugas pokok kementerian, tetapi juga bagaimana bisa memberikan kontribusi terhadap program-program yang beliau canangkan. Menurut saya program-program tersebut sangat luar biasa dan harus didukung bersama,” ujarnya.
BACA JUGA : Program Ketahanan Pangan Lapas Warungkiara Dapat Perhatian Kementerian Sekretariat Negara
Menurut Agus, kementeriannya telah berupaya mendukung berbagai program pemerintah, mulai dari ketahanan pangan hingga pembangunan rumah murah. Sebelumnya, Kementerian Imipas juga bekerja sama dengan BRI membangun 138 unit rumah bagi pegawai di Bekasi.
Ia menjelaskan, rumah yang dibangun di Warungkiara menggunakan material hasil produksi warga binaan dari Lapas Kelas I Tangerang. Material tersebut dinilai memiliki kualitas baik, biaya yang relatif terjangkau, dan proses pembangunan yang cepat.
“Kalau masyarakat memiliki tanah sendiri, proses pembangunannya tidak memerlukan waktu lama. Lima unit rumah ini bisa diselesaikan hanya dalam 19 hari. Ini menunjukkan bahwa dengan biaya yang relatif terjangkau bisa menghasilkan rumah yang layak huni bagi masyarakat,” katanya.
Agus menegaskan bahwa program di Sukabumi masih merupakan tahap uji coba. Sebelumnya, program serupa telah dilakukan di Provinsi Jambi melalui kerja sama dengan pemerintah daerah setempat.
Ke depan, Kementerian Imipas berencana memperluas program bedah rumah dengan melibatkan dukungan berbagai pihak, termasuk program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
“Kalau satu lapas atau satu rutan bisa membantu satu bedah rumah melalui CSR, sementara jumlah lapas dan rutan di seluruh Indonesia mencapai sekitar 530 unit, tentu dampaknya akan sangat besar bagi masyarakat. Itu cita-cita kami dan mudah-mudahan bisa tercapai,” ungkapnya.
BACA JUGA : Lapas Warungkiara Perketat Pengawasan, Deklarasi Perang terhadap HP Ilegal dan Narkoba
Lebih lanjut, Agus menjelaskan bahwa sumber pendanaan pembangunan rumah di Warungkiara berasal dari hasil panen program ketahanan pangan yang sebelumnya dilaksanakan jajaran pemasyarakatan. Dana tersebut awalnya direncanakan untuk membantu penyediaan sarana air bersih di sejumlah wilayah yang membutuhkan.
Namun karena masih terdapat sisa anggaran, dana tersebut kemudian dialihkan untuk program bedah rumah bagi masyarakat yang membutuhkan.
Dalam pelaksanaannya, warga binaan juga dilibatkan dalam proses pembangunan. Selain memproduksi material bangunan, mereka turut membantu pekerjaan konstruksi bersama para tukang dengan tetap mendapatkan hak berupa premi kerja.
Pada kesempatan tersebut, Agus juga menyoroti pentingnya pendekatan kemanusiaan dalam pembinaan warga binaan pemasyarakatan.
“Mereka juga manusia. Warga binaan pemasyarakatan harus dimanusiakan. Kalau mereka diperlakukan sebagai manusia dan diberikan pelayanan yang baik, saya rasa mereka juga akan menerima dan menjalani proses pembinaan dengan baik,” tegasnya.
Program bedah rumah dan renovasi rumah ibadah di Warungkiara ini diharapkan menjadi model kolaborasi antara lembaga pemasyarakatan, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan warga sekaligus mendukung proses pembinaan warga binaan yang lebih produktif.

