SUKABUMI – Pengelolaan sampah perlu dimulai dari sumbernya dengan melibatkan rumah tangga, komunitas warga, dan kelompok pengolah sampah.
Anggota DPRD Jawa Barat, Ir. H. Yusuf Maulana, mendorong agar upaya tersebut disertai penguatan kapasitas masyarakat dan dukungan yang berkelanjutan.
Pengelolaan dari hulu mencakup pemilahan sampah sejak awal, pengurangan sampah yang dihasilkan, serta pemanfaatan kembali material yang masih memiliki nilai guna. Pendekatan ini dapat membantu mengurangi beban pengangkutan dan penanganan sampah di tempat pemrosesan akhir.
“Komunitas masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan. Karena itu, pengelolaan sampah harus didukung edukasi, sarana yang memadai, pendampingan, dan kerja sama yang berkelanjutan,” ujar Yusuf Maulana belum lama ini.
Keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada ketersediaan fasilitas, tetapi juga konsistensi masyarakat dalam memilah sampah dan keterlibatan pemerintah dalam menyediakan dukungan yang dibutuhkan.
Baca Juga: HUT ke-81 TNI, Yusuf Maulana Apresiasi Pengabdian Prajurit dan Sinergi Bersama Rakyat
Komunitas pengelola sampah juga dapat berperan dalam membangun kebiasaan ramah lingkungan di tingkat permukiman. Melalui kegiatan edukasi dan pengolahan material yang dapat dimanfaatkan kembali, sampah berpotensi memiliki nilai ekonomi.
“Kolaborasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, komunitas, dan sektor usaha sangat penting agar pengelolaan sampah berjalan lebih efektif,” tambahnya.

