SUKABUMI – Bagi penonton setia film televisi (FTV) di era 2000-an, nama Tyara Renata bukanlah sosok asing. Wajahnya nyaris setiap minggu menghiasi layar kaca, memerankan beragam karakter mulai dari gadis desa sederhana, wanita karier mandiri, hingga kekasih penuh drama dalam kisah cinta yang ringan namun menghibur.
Tyara dikenal memiliki daya pikat yang natural. Ia tidak hanya menjual paras cantik, tetapi juga membuktikan kemampuan aktingnya yang matang dan ekspresif. Dengan gestur yang meyakinkan dan pembawaan yang mengalir, ia mampu membuat penonton ikut larut dalam cerita bahkan dalam durasi FTV yang singkat.
Tak heran jika pada masa itu, Tyara dijuluki sebagai salah satu Ratu FTV. Julukan tersebut bukan sekadar penghargaan simbolik, melainkan pengakuan atas kontribusinya dalam membentuk standar kualitas tontonan FTV di masanya. Bersama sejumlah nama besar lainnya, Tyara menjadi representasi dari era keemasan film televisi di Indonesia.
Baca Juga : Menikmati Keindahan Alam Sukabumi: Hamparan Kebun Teh dan Pesona Gunung Gede Pangrango
FTV di awal 2000 an bukan sekadar hiburan ringan; ia adalah bagian dari rutinitas banyak keluarga Indonesia. Dan Tyara Renata, lewat penampilannya yang konsisten dan mengesankan, menjadi bagian penting dari kenangan kolektif itu.
Kini, meskipun Tyara tidak lagi seaktif dulu di dunia hiburan, namanya tetap melekat kuat di hati para penggemar. Sosoknya kerap dibicarakan dengan nada rindu, terutama di media sosial yang gemar mengenang era kejayaan FTV. Banyak yang berharap Tyara akan kembali ke layar, meski hanya sesekali, untuk kembali membawa nuansa manis dari masa lalu.
Perjalanan Tyara Renata di dunia FTV adalah bukti bahwa kualitas dan ketulusan dalam berkarya akan selalu dikenang, bahkan setelah waktu berlalu jauh dari masa keemasan itu.(Sei)

