SUKABUMI – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi yang dapat membahayakan aktivitas di laut. Berdasarkan prakiraan cuaca, pada Rabu (13/8/2025) ketinggian gelombang di Samudra Hindia Selatan, mulai dari wilayah Banten hingga Nusa Tenggara Timur (NTT), diperkirakan berkisar antara 2,5 hingga 4 meter.
Kondisi ini berisiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran, terutama bagi kapal nelayan, kapal tongkang, kapal feri, dan kapal ukuran besar seperti kargo atau pesiar. BMKG mengimbau seluruh pihak yang beraktivitas di wilayah perairan tersebut untuk selalu memantau informasi cuaca terbaru dan mempertimbangkan kondisi sebelum melaut.
Baca Juga : Menikmati Sukabumi keindahan Curug Sawer Lewat Jembatan eMHa, Ada River Tubing dan Pemandangan Asri
“Masyarakat pesisir dan pelaku pelayaran diharapkan berhati-hati dan waspada. Gelombang dengan ketinggian tersebut berpotensi menimbulkan bahaya, terutama pada perahu nelayan maupun kapal kecil,” ujar pihak BMKG.
Selain itu, BMKG mengingatkan agar masyarakat yang beraktivitas di sekitar pantai tetap menjaga keselamatan, mengingat gelombang tinggi juga dapat berdampak pada arus kuat dan potensi rob di beberapa wilayah.(Sei)

