SUKABUMI – Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi terus mengintensifkan langkah preventif untuk menekan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD).
Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, menegaskan upaya pencegahan dilakukan secara terpadu, mulai dari fogging, pemberantasan jentik nyamuk, hingga penanganan sampah.
“Kami sudah menginstruksikan agar dilakukan fogging, pembersihan jentik nyamuk di bak penampungan air, dan berbagai langkah preventif lainnya,” ujar Bobby, Rabu (13/08/25).
Menurutnya, pengelolaan sampah menjadi faktor krusial karena berkaitan langsung dengan penyebaran DBD. Pemkot Sukabumi bahkan telah menerima surat peringatan dari Menteri Lingkungan Hidup terkait penanganan sampah di daerah.
“Masalah sampah ini tidak bisa dibiarkan. Kami akan menggalakkan pembuatan sumur resapan dan lubang biopori di setiap wilayah. Semua lurah juga wajib membuat video imbauan kepada masyarakat agar ikut menjaga kebersihan lingkungan,” tegasnya.
Bobby menjelaskan, lubang biopori berfungsi mengurangi genangan air yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Sementara itu, sampah nonorganik akan dikelola melalui langkah-langkah sederhana di tingkat rumah tangga.
“Pemerintah hanya bisa mengimbau dan melakukan tindakan preventif. Selebihnya, kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan menjadi kunci,” paparnya.
Ia berharap, melalui sinergi antara pemerintah dan masyarakat, angka kasus DBD di Kota Sukabumi dapat ditekan, sekaligus mengurangi persoalan sampah yang selama ini menjadi sumber berbagai penyakit.
“Mudah-mudahan dengan adanya kerja sama yang baik dengan semua pihak, kasus DBD bisa ditekan,” pungkasnya. (Ky)

