Jawa Barat

Dessy Susilawati: Temuan Koin Kuno di Ujunggenteng Harus Dijaga dan Diteliti Lebih Lanjut

×

Dessy Susilawati: Temuan Koin Kuno di Ujunggenteng Harus Dijaga dan Diteliti Lebih Lanjut

Sebarkan artikel ini
Dessy Susilawati, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi PAN.

SUKABUMI – Penemuan uang koin kuno yang diduga peninggalan masa kolonial Belanda di Pantai Timur Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, mendapat perhatian khusus dari Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Dessy Susilawati dari Fraksi PAN.

Menurut Dessy, penemuan ini bukan sekadar fenomena viral di media sosial, tetapi memiliki potensi besar sebagai bagian dari kekayaan sejarah dan budaya Jawa Barat yang harus dijaga serta ditindaklanjuti secara serius.

“Saya sangat mengapresiasi reaksi cepat dari TNI AL dan juga langkah koordinasi dengan Dinas terkait. Temuan koin kuno yang diduga berasal dari tahun 1857 ini bisa jadi merupakan bagian dari jejak sejarah penting yang selama ini belum terungkap,” ujar Dessy kepada media, Minggu (3/8/2025).

Baca Juga: Prakiraan Cuaca BMKG Sabtu, 3 Agustus 2024: Suhu Udara 16-34°C, Kelembapan 38-100%

Dessy menegaskan, pemerintah daerah dan instansi terkait harus segera melakukan pendalaman, baik secara arkeologis maupun historis, agar temuan ini tidak hanya berhenti sebagai berita viral semata.

“Kalau hasilnya benar-benar otentik, ini bisa membuka lembaran baru tentang sejarah jalur perdagangan laut atau aktivitas kolonial di wilayah selatan Sukabumi. Ini penting untuk bahan edukasi sekaligus pengembangan sektor wisata sejarah,” ungkapnya.

Politisi perempuan dari PAN itu juga mengimbau agar masyarakat tidak sembarangan mengambil atau memperjualbelikan temuan benda-benda bersejarah.

Baca Juga: BMKG : Prakiraan Cuaca Palembang, Sabtu 3 Agustus 2024 Waspada Hujan Petir

“Jangan sampai kekayaan sejarah kita justru hilang karena ketidaktahuan. Saya harap warga bisa lebih bijak dan menyerahkan benda yang ditemukan ke pihak berwenang untuk diproses sesuai ketentuan,” tambahnya.

Dessy juga mendorong agar Pemerintah Provinsi Jawa Barat ikut ambil bagian dalam riset lebih lanjut serta memfasilitasi pelestarian situs-situs yang memiliki potensi sejarah tinggi.

“Ini bisa menjadi momentum kebangkitan pelestarian budaya dan sejarah di kawasan pesisir selatan Jabar, yang selama ini mungkin masih belum banyak tersentuh perhatian,” pungkasnya.