SUKABUMI – Desa Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, memiliki daya tarik wisata unik yang tak hanya indah tetapi juga edukatif, yakni penangkaran penyu. Di tempat ini, wisatawan bisa menyaksikan langsung proses penyu bertelur hingga momen pelepasan tukik (bayi penyu) ke laut lepas.
Petugas Konservasi Penyu Pangumbahan, Ilyas, menjelaskan bahwa pelepasan bayi penyu biasanya dilakukan setiap sore sekitar pukul 17.30 WIB. Tukik yang dilepas umumnya berusia satu hari sejak menetas.
“Usia penyu baru 1 hari yang dilepaskan. Diperkirakan hanya 10–20 persen yang selamat karena kemungkinan dimakan ikan atau predator lain di laut. Namun, penyu yang bertahan hidup akan kembali lagi ke sini sekitar 20 tahun mendatang,” jelasnya, Minggu (17/8/2025).
Baca Juga: Hasim Adnan: Momentum Kemerdekaan Harus Jadi Penguat Persatuan dan Semangat Gotong Royong
Menurutnya, jumlah penyu yang dilepaskan tidak menentu karena bergantung pada jumlah telur yang berhasil menetas. Dalam sekali bertelur, seekor penyu mampu menghasilkan 80–120 butir, sedangkan jumlah tukik yang dilepaskan ke laut bisa berkisar 10 hingga 100 ekor per hari.
Selain menyaksikan pelepasan tukik, pengunjung juga dapat melihat secara langsung penyu dewasa bertelur di malam hari. Suasana ini menjadi pengalaman langka dan berkesan, terutama bagi wisatawan yang ingin belajar tentang konservasi satwa langka.
Baca Juga: 17Upacara Peringatan HUT Ke 80 RI, Bupati Sukabumi Paparkan Capaian Pembangunan Prioritas
“Setiap akhir pekan, pengunjung yang datang berkisar 100 sampai 500 orang. Alhamdulillah, wisatawan selalu ada, bahkan di hari libur jumlahnya bisa lebih banyak,” kata Ilyas.
Dengan perpaduan wisata alam dan edukasi, Penangkaran Penyu Pangumbahan menjadi destinasi favorit di Sukabumi Selatan. Selain memberikan pengalaman berharga, keberadaan wisata ini juga mendorong kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian penyu.

