SUKABUMI – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Dessy Susilawati, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul peringatan dini cuaca ekstrem yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
BMKG memperkirakan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat berpeluang terjadi di Jawa Barat pada periode 18–24 September 2025. Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menegaskan hujan deras ini dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang berdurasi singkat.
“Kondisi ini dapat memicu terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, maupun pohon tumbang,” kata Dwikorita dalam keterangan resminya.
Dessy Susilawati menilai peringatan BMKG harus menjadi perhatian serius, terutama bagi warga yang tinggal di daerah rawan bencana. Ia meminta masyarakat tidak abai dan segera mengambil langkah antisipasi untuk mengurangi risiko.
“Musim hujan dengan intensitas tinggi seperti yang diprediksi BMKG selalu membawa potensi bencana. Saya mengajak warga Jabar untuk waspada, menjaga lingkungan sekitar, tidak membuang sampah sembarangan, serta segera melapor jika ada tanda-tanda kerawanan di wilayah masing-masing,” ujar Dessy.
Menurutnya, sinergi antara masyarakat, pemerintah daerah, dan aparat terkait menjadi kunci dalam menghadapi ancaman cuaca ekstrem. Pemerintah daerah diharapkan siaga, mulai dari kesiapan tanggap darurat, evakuasi, hingga koordinasi penanganan bencana.
“Peringatan dini ini harus benar-benar direspons cepat oleh seluruh pihak. Jangan sampai kita lengah, karena yang terpenting adalah keselamatan warga,” pungkasnya.
BANDUNG – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Dessy Susilawati, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul peringatan dini cuaca ekstrem yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
BMKG memperkirakan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat berpeluang terjadi di Jawa Barat pada periode 18–24 September 2025. Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menegaskan hujan deras ini dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang berdurasi singkat.
“Kondisi ini dapat memicu terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, maupun pohon tumbang,” kata Dwikorita dalam keterangan resminya.
Dessy Susilawati menilai peringatan BMKG harus menjadi perhatian serius, terutama bagi warga yang tinggal di daerah rawan bencana. Ia meminta masyarakat tidak abai dan segera mengambil langkah antisipasi untuk mengurangi risiko.
“Musim hujan dengan intensitas tinggi seperti yang diprediksi BMKG selalu membawa potensi bencana. Saya mengajak warga Jabar untuk waspada, menjaga lingkungan sekitar, tidak membuang sampah sembarangan, serta segera melapor jika ada tanda-tanda kerawanan di wilayah masing-masing,” ujar Dessy.
Menurutnya, sinergi antara masyarakat, pemerintah daerah, dan aparat terkait menjadi kunci dalam menghadapi ancaman cuaca ekstrem. Pemerintah daerah diharapkan siaga, mulai dari kesiapan tanggap darurat, evakuasi, hingga koordinasi penanganan bencana.
“Peringatan dini ini harus benar-benar direspons cepat oleh seluruh pihak. Jangan sampai kita lengah, karena yang terpenting adalah keselamatan warga,” pungkasnya. (Ky)

