SUKABUMI – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah perairan Indonesia pada Kamis, (18/9/2025).
Menurut BMKG, gelombang laut diperkirakan mencapai 2,5 hingga 4 meter atau masuk kategori tinggi, sehingga perlu diwaspadai oleh masyarakat pesisir, nelayan, maupun operator transportasi laut.
Wilayah Perairan yang Berpotensi Gelombang Tinggi:
-
Samudra Hindia barat Aceh hingga Lampung
-
Selat Sunda bagian selatan
-
Samudra Hindia selatan Jawa hingga Jawa Timur
-
Samudra Hindia selatan Bali hingga Nusa Tenggara Barat (NTB)
Baca Juga : Skoteng Hangat, Minuman Tradisional Sukabumi yang Kaya Rasa
Dampak dan Imbauan
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengingatkan bahwa kondisi gelombang tinggi dapat berdampak pada:
-
Keselamatan pelayaran, terutama kapal nelayan, kapal tongkang, dan kapal penyeberangan.
-
Aktivitas wisata bahari di wilayah pesisir selatan Jawa, Bali, dan NTB.
-
Masyarakat pesisir, yang perlu mewaspadai potensi banjir pesisir (rob) akibat dorongan gelombang.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengimbau seluruh pihak untuk:
-
Selalu memantau informasi cuaca maritim terbaru dari BMKG.
-
Mengutamakan keselamatan dengan menunda perjalanan laut jika kondisi gelombang tidak memungkinkan.
-
Melengkapi armada laut dengan peralatan keselamatan standar.
Dengan adanya informasi ini, diharapkan masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah antisipatif guna mengurangi risiko yang ditimbulkan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menegaskan pentingnya kehati-hatian dalam beraktivitas di laut serta mengimbau semua pihak untuk mengutamakan keselamatan.(Sei)

