Nasional

BMKG Imbau Waspada Banjir Rob di Sejumlah Wilayah Pesisir

×

BMKG Imbau Waspada Banjir Rob di Sejumlah Wilayah Pesisir

Sebarkan artikel ini
Waspada Potensi Banjir Rob di Sejumlah Wilayah Pesisir Indonesia
Waspada Potensi Banjir Rob di Sejumlah Wilayah Pesisir Indonesia. Foto : Sei / sukabumiku.id

SUKABUMI  – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan imbauan kewaspadaan terkait potensi terjadinya banjir rob (banjir pesisir akibat pasang air laut tinggi) yang berpotensi melanda beberapa wilayah pesisir Indonesia pada Jumat, (26/9/2025).

Wilayah yang diperkirakan terdampak meliputi:

  • Pesisir Sumatera Utara

  • Pesisir Kepulauan Riau

  • Pesisir Banten

  • Pesisir Maluku

Potensi Gelombang Tinggi

Selain banjir rob, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika juga mencatat adanya potensi gelombang tinggi 2,5 – 4 meter di beberapa perairan Indonesia. Kondisi ini berpotensi memperburuk dampak rob di daerah pesisir yang topografinya rendah.

Dampak yang Mungkin Terjadi

Apabila banjir rob terjadi, dampak yang bisa dirasakan masyarakat di antaranya:

  • Tergenangnya permukiman pesisir dan jalan akses

  • Terganggunya aktivitas pelabuhan, transportasi laut, dan nelayan

  • Potensi kerusakan fasilitas umum di sekitar garis pantai

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah di wilayah terdampak untuk:

  1. Tetap memantau informasi cuaca dan maritim BMKG melalui aplikasi, website resmi, serta kanal media sosial.

  2. Menghindari aktivitas di sekitar pesisir saat pasang maksimum, terutama bagi nelayan, operator kapal kecil, serta masyarakat yang beraktivitas di garis pantai.

  3. Mengamankan barang berharga dan dokumen penting dengan meletakkannya di tempat yang lebih tinggi dan aman.

  4. Mengantisipasi jalur evakuasi apabila kondisi air laut terus naik.

  5. Berkoordinasi dengan BPBD dan aparat setempat untuk langkah tanggap darurat jika diperlukan.

BMKG menegaskan bahwa potensi banjir rob ini bersifat prediksi, sehingga tidak semua wilayah pesisir akan terdampak secara langsung. Meski demikian, kewaspadaan masyarakat tetap menjadi kunci dalam mengurangi risiko kerugian jiwa maupun materiil.(Sei)