SUKABUMI – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi dan banjir rob yang berpotensi melanda beberapa wilayah Indonesia pada Minggu (5/10/2025).
Gelombang Tinggi hingga 4 Meter
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mencatat, gelombang laut dengan ketinggian antara 2,5 hingga 4 meter berpotensi terjadi di sejumlah perairan.
Wilayah yang perlu diwaspadai meliputi Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Aceh, serta Samudra Hindia selatan Banten hingga Nusa Tenggara Timur, termasuk perairan selatan Lampung.
Fenomena ini dipengaruhi pola angin kuat yang terbentuk akibat keberadaan Siklon Tropis Matmo di sekitar Pasifik Barat, yang turut memengaruhi kondisi perairan Indonesia.
Peringatan Banjir Rob
Selain gelombang tinggi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika juga mengingatkan adanya potensi banjir pesisir (rob) di beberapa daerah.
Wilayah yang berpotensi terdampak rob meliputi pesisir Sumatera Utara, pesisir utara Jawa Tengah, pesisir Jawa Timur, Lombok, Bima, serta pesisir Kalimantan Selatan seperti Banjarmasin dan Tanah Laut, hingga wilayah Kotawaringin Barat di Kalimantan Tengah.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menjelaskan, banjir rob kali ini berkaitan dengan fase bulan purnama yang bersamaan dengan kondisi perigee, yaitu posisi bulan terdekat dengan bumi sehingga berpotensi meningkatkan pasang maksimum air laut.
Imbauan untuk Masyarakat
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika meminta masyarakat pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat pasang laut berlangsung.
Nelayan, pelaku transportasi laut, dan wisata bahari diminta tidak memaksakan aktivitas pada saat gelombang tinggi.
Mitigasi dan Kesiapsiagaan
Pemerintah daerah melalui BPBD diminta untuk siaga terhadap potensi dampak banjir rob, khususnya di kawasan pemukiman pesisir yang padat penduduk.
Langkah mitigasi seperti pemasangan tanggul sementara, penyediaan jalur evakuasi, dan sosialisasi kepada warga menjadi penting untuk meminimalkan risiko.
Masyarakat juga diminta rutin memantau kanal resmi BMKG seperti website, aplikasi Info BMKG, dan media sosial untuk mendapatkan pembaruan kondisi cuaca dan maritim.(Sei)

