Kesehatan

Jangan Campur Ikan dan Ayam dalam Satu Hidangan, Ini Penjelasan Menurut dr. Zaidul Akbar

×

Jangan Campur Ikan dan Ayam dalam Satu Hidangan, Ini Penjelasan Menurut dr. Zaidul Akbar

Sebarkan artikel ini
ayam geprek

SUKABUMIBanyak orang terbiasa menyajikan lauk ikan dan ayam dalam satu hidangan. Namun, menurut dr. Zaidul Akbar, praktisi gaya hidup sehat dan penggagas Jurus Sehat Rasulullah (JSR), kebiasaan tersebut sebaiknya dihindari karena dapat mengganggu sistem pencernaan.

Dalam sejumlah kajiannya, dr. Zaidul Akbar menjelaskan bahwa protein laut dan protein darat memiliki karakter berbeda dan dicerna oleh enzim yang berbeda pula. Ketika dikonsumsi bersamaan, tubuh membutuhkan kerja ekstra untuk memecah kedua jenis protein itu.

“Kalau bisa jangan mencampur protein laut seperti ikan dengan protein darat seperti ayam atau sapi dalam satu kali makan, karena tubuh kita akan bekerja lebih berat untuk mencerna,” ujarnya dalam salah satu sesi kajian kesehatan.

Baca Juga : Ramuan Obat Kuat Stamina Pria dengan Akar dan Buah Pinang

Menurutnya, mencampur dua sumber protein yang berbeda dapat menyebabkan proses pencernaan lebih lambat, menimbulkan rasa tidak nyaman di perut, bahkan bisa memicu penumpukan gas atau gangguan metabolisme jika dilakukan terus-menerus.

Selain itu, dr. Zaidul Akbar juga menekankan pentingnya kesederhanaan dalam makan. Pola makan yang alami dan tidak berlebihan, menurutnya, membuat tubuh lebih ringan dan energi lebih stabil. Ia menyarankan agar satu kali makan hanya berfokus pada satu sumber protein utama, seperti ikan, ayam, atau telur, disertai dengan sayur dan karbohidrat kompleks.

Pandangan Ilmiah

Sementara itu, dari sisi ilmu gizi modern, tidak ada larangan medis yang menyebutkan bahwa mencampur protein laut dan darat berbahaya bagi tubuh. Sistem pencernaan manusia pada dasarnya mampu mencerna berbagai jenis makanan sekaligus karena dibantu oleh enzim-enzim yang kompleks seperti pepsin, tripsin, dan kimotripsin.

Namun, para ahli gizi juga sepakat bahwa porsi dan keseimbangan gizi tetap menjadi kunci. Jika protein dikonsumsi dalam jumlah berlebihan, tubuh bisa merasa begah dan sistem pencernaan akan bekerja lebih keras.

Anjuran dr. Zaidul Akbar untuk tidak mencampur protein laut dan darat bukanlah larangan mutlak, melainkan panduan gaya hidup sehat berbasis keseimbangan alami. Prinsipnya, semakin sederhana makanan yang dikonsumsi, semakin ringan pula kerja tubuh dalam mencernanya.

Jadi, jika ingin mencoba pola makan yang lebih sehat dan ringan, tidak ada salahnya mengikuti saran tersebut satu jenis protein per waktu makan, dan imbangi dengan sayur segar serta banyak minum air putih.(SE)