SUKABUMI – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Dessy Susilawati, mengimbau masyarakat untuk berhenti bermain judi online (judol) yang kini marak di berbagai lapisan, termasuk di kalangan penerima bantuan sosial (bansos). Ia juga meminta agar seluruh stake holder merumuskan solusi dan pencegahan agar fenomena ini tidak kian memburuk.
Seruan itu disampaikan menyusul pernyataan Menteri Sosial Saifullah Yusuf yang mengungkap bahwa Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah penerima bansos terbanyak yang terindikasi bermain judi online. Berdasarkan data Kementerian Sosial, hampir 50 ribu penerima bansos di Jabar terlibat aktivitas judi online dengan total transaksi mencapai Rp199 miliar.
Dessy yang merupakan legislator perempuan dari Partai Amanat Nasional (PAN) menilai fenomena ini sangat memprihatinkan dan harus segera ditangani secara serius.
“Uang bantuan sosial seharusnya digunakan untuk kebutuhan dasar keluarga, bukan untuk kegiatan yang justru merusak masa depan. Saya mengajak seluruh masyarakat, khususnya di Sukabumi dan Jawa Barat, untuk segera berhenti dari praktik judi online,” tegas Dessy Susilawati, Senin (21/10/2025).
Baca Juga: Kecelakaan Pajero Terguling, Seorang Ibu dan Anak-anak Dilarikan ke RS Palabuhanratu
Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, yang membidangi kesejahteraan rakyat, menilai dampak judi online bukan hanya kerugian ekonomi, tetapi juga sosial dan psikologis. Banyak keluarga menjadi korban karena anggota keluarganya terjerat permainan haram ini.
“Judi online merusak sendi-sendi sosial dan moral masyarakat. Pemerintah daerah, lembaga pendidikan, tokoh agama, dan aparat penegak hukum harus bergerak bersama melakukan edukasi dan penegakan hukum yang tegas,” ujarnya.
Dessy juga mendorong pemerintah daerah untuk menyiapkan program pencegahan dan rehabilitasi sosial bagi masyarakat yang sudah terlanjur terjerumus. Menurutnya, penanganan tidak cukup dengan penindakan, tetapi harus disertai solusi berkesinambungan.
Baca Juga: Kecelakaan Maut di Cikembar Sukabumi, Mahasiswi Universitas Nusa Putra Meninggal Dunia
“Perlu ada sinergi lintas sektor, termasuk dengan lembaga keagamaan dan komunitas masyarakat, agar upaya pencegahan ini benar-benar menyentuh akar permasalahan,” tambahnya.
Ia berharap peringatan ini bisa menjadi momentum bagi seluruh pihak untuk memperkuat ketahanan keluarga dan menanamkan nilai-nilai moral serta tanggung jawab sosial, terutama bagi generasi muda.
“Stop judi online. Gunakan teknologi untuk hal-hal positif dan produktif. Ini tanggung jawab kita bersama demi masa depan Jawa Barat yang lebih baik,” tutup Dessy.

