SUKABUMI – Majelis Pimpinan Cabang atau MPC Pemuda Pancasila Kota Sukabumi mengusulkan pembangunan Tugu Pahlawan KH Ahmad Sanusi sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan dan keteladanan ulama besar asal Sukabumi tersebut.
Usulan ini disampaikan secara resmi kepada Wali Kota Sukabumi dan diharapkan dapat menjadi bagian dari program pengembangan kawasan bersejarah di kota itu.
Sekretaris MPC Pemuda Pancasila Kota Sukabumi, H. Comen HW, mengatakan bahwa gagasan ini lahir dari rasa hormat dan kebanggaan terhadap kiprah KH Ahmad Sanusi, seorang ulama, pejuang kemerdekaan, dan pendidik yang berjasa besar bagi bangsa Indonesia.
Baca Juga: Breaking News: Sembilan Terdakwa Perusakan Rumah Retret Cidahu Sukabumi Divonis 5 Bulan Penjara
“Kami ingin menghadirkan sebuah tugu yang tidak hanya menjadi simbol penghormatan, tetapi juga sumber inspirasi bagi generasi muda Sukabumi agar terus berjuang dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa,” ujar H. Comen HW, Senin (10/11/2025).
Menurutnya, keberadaan tugu tersebut nantinya diharapkan mampu menjadi ikon baru Kota Sukabumi yang menggambarkan semangat religius, nasionalisme, dan keilmuan yang diwariskan oleh KH Ahmad Sanusi.
Wali Kota Sukabumi menyambut positif usulan tersebut dan menyatakan akan meninjau kemungkinan pembangunan tugu tersebut melalui kajian teknis dan perencanaan tata ruang kota. Jika terealisasi, lokasi strategis di pusat kota akan dipilih agar tugu mudah diakses masyarakat dan menjadi bagian dari wajah baru Kota Sukabumi.
“Pemerintah akan mempertimbangkan usulan ini dalam konteks pengembangan ruang publik yang edukatif dan bersejarah. KH Ahmad Sanusi adalah kebanggaan Sukabumi,” ujar Wali Kota Sukabumi.
KH Ahmad Sanusi lahir pada 18 September 1888 di Kampung Cantayan, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, dan wafat pada 31 Juli 1950. Beliau merupakan putra KH Abdurrahim bin H. Yasin, pengasuh Pesantren Cantayan, dan dikenal sebagai ulama besar yang memadukan ilmu keagamaan dengan semangat kebangsaan.
Pernah menimba ilmu di Makkah, KH Ahmad Sanusi kemudian kembali ke tanah air untuk mendirikan pesantren dan aktif dalam perjuangan kemerdekaan. Ia dikenal produktif menulis dengan lebih dari 100 karya ilmiah, termasuk tafsir, fikih, dan akidah, yang menginspirasi banyak generasi.
Atas jasanya, pemerintah menganugerahkan gelar Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia serta penghargaan Bintang Mahaputera Utama dan Bintang Mahaputera Adipradana.
Pembangunan Tugu Pahlawan KH Ahmad Sanusi diharapkan tidak sekadar menjadi monumen fisik, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan semangat perjuangan dan keteladanan moral. Tugu ini akan menjadi pengingat bahwa Kota Sukabumi memiliki tokoh besar yang berperan dalam sejarah nasional.
“Kami ingin masyarakat Sukabumi, khususnya generasi muda, memahami bahwa perjuangan tidak hanya dilakukan di medan perang, tetapi juga melalui ilmu, dakwah, dan pendidikan,” tutup H. Comen HW.
Masyarakat diharapkan turut mendukung rencana ini agar bisa direalisasikan mulai dari tahap perencanaan desain hingga pelaksanaan pembangunan, sehingga Tugu KH Ahmad Sanusi benar-benar menjadi kebanggaan Kota Sukabumi.

