SUKABUMI– Desakan agar PSSI lebih berhati-hati dan bijak dalam memilih pelatih baru Timnas Indonesia semakin menguat. Para pengamat menilai, sosok yang akan datang harus memiliki kualitas dan pengalaman di atas dua pendahulunya, Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert, agar perkembangan skuad Garuda tidak kembali terhambat di tengah jalan.
Analis sepak bola nasional Ronny Pangemanan mengingatkan federasi untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama seperti saat menunjuk Kluivert. Ia menilai keputusan tersebut diambil terlalu terburu-buru tanpa pertimbangan matang.
“Jangan sampai PSSI salah langkah lagi. Cukup belajar dari pengalaman kemarin saat menunjuk Patrick Kluivert yang terkesan terburu-buru sebagai pengganti Shin Tae-yong,” ujar Ronny Pangemanan, dikutip dari kanal YouTube Nusantara TV.
Baca Juga : Ramuan Obat Kuat Stamina Pria dengan Akar dan Buah Pinang
Menurut pria yang akrab disapa Bung Ropan itu, PSSI perlu memiliki parameter yang terukur dalam menyeleksi pelatih anyar. Ia menyinggung bahwa keputusan menunjuk Kluivert sebelumnya didasari oleh faktor non-teknis.
“Bertemu dengan Kluivert pada Desember saat momen Natal, karena hanya dia yang datang sementara dua kandidat lainnya tidak. Karena itu momen Natal, mana ada pelatih yang mau datang interviu? Jadi tidak boleh terulang lagi peristiwa ini,” tegasnya.
Bung Ropan juga menekankan bahwa rekam jejak dan pengalaman melatih harus menjadi indikator utama, bukan sekadar nama besar saat masih bermain.
“CV pelatih baru ini harus bagus. Jangan hanya melihat dia mantan pemain hebat seperti Kluivert yang pernah main di Ajax, AC Milan, Barcelona, dan Timnas Belanda, tapi saat melatih rekam jejaknya tidak bagus. Itu sudah terbukti,” ujarnya.
Ia menambahkan, kini PSSI harus benar-benar selektif agar pelatih baru yang datang bisa membawa Timnas Indonesia naik level. “Makanya sekarang PSSI harus betul-betul hati-hati. Kandidatnya harus berkualitas dan di atas Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert,” katanya
Daftar Kandidat Pelatih Baru Timnas Indonesia
Sementara itu, pengamat sepak bola Kesit Budi Handoyo turut menyoroti deretan nama pelatih yang disebut-sebut menjadi kandidat baru juru taktik Timnas Indonesia.
Menurut Kesit, dari sejumlah sinyal yang muncul, terdapat beberapa nama besar yang sudah dikenal di kancah internasional, antara lain:
-
Akira Nishino (eks pelatih Timnas Jepang)
-
Roberto Donadoni
-
Oscar Garcia
-
Juan Carlos Osorio
-
Frank de Boer
Selain itu, muncul pula nama-nama lain seperti Timur Kapadze, Bert van Marwijk, dan Park Hang-seo.
“Kalau melihat dari kode dan sinyal, memang ada beberapa nama yang muncul. Dari segi rekam jejak, semuanya cukup mentereng,” kata Kesit.
Kesit sepakat bahwa siapapun pelatih yang dipilih nanti, kriterianya harus lebih baik dari Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert, terutama dari segi pengalaman dan kapasitas melatih di level internasional.
“Dari nama-nama ini, siapa yang paling pas memang tidak mudah ditentukan. Tapi yang pasti, kualitasnya harus di atas dua pelatih sebelumnya,” tegasnya.
PSSI Masih Godok Lima Nama Calon Pelatih
Ketua Umum PSSI Erick Thohir sebelumnya telah menyampaikan bahwa pihaknya masih dalam tahap penyaringan terhadap sejumlah calon pelatih.
“Kita kembali coba menjaring nama lebih banyak. Sudah ada lima nama, tapi kami harus godok lagi. Karena belum tentu semuanya tersedia atau bersedia,” ujar Erick.
Ia menambahkan, proses seleksi akan melibatkan berbagai pihak, termasuk pengurus PSSI dan stakeholder pemerintah, untuk memastikan pelatih yang terpilih benar-benar sesuai dengan kebutuhan tim nasional.
“Kami harus diskusi dulu dengan banyak pihak, karena ini menyangkut masa depan Timnas. Dulu ada sepuluh nama, sekarang sudah mengerucut jadi lima,” tambahnya.
Dengan situasi ini, publik berharap PSSI tidak lagi salah langkah dan mampu menunjuk pelatih yang benar-benar bisa membawa Timnas Indonesia berprestasi lebih tinggi di level Asia bahkan dunia.(SE)

