SUKABUMI – Warga Kampung Kawungluwuk, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi hidup dalam kekhawatiran akibat sungai yang terus menggerus tebing permukiman. Pengikisan yang diperparah banjir pada Senin (10/11/2025) telah merusak fasilitas umum dan mengancam rumah warga.
Abdul Manan (33), warga setempat, mengungkapkan kekhawatirannya. Jarak sungai ke permukiman yang semakin mengerucut. “Yang sudah ambruk itu masjid, MCK-nya madrasah, sama majelis. Bawahnya sudah gorowong parah,” ujarnya, Rabu (12/11/2025).
Berdasarkan keterangan warga, aliran sungai yang semula berjarak 40 meter dari pemukiman kini tinggal 15 meter. Pada titik terparah, tebing hanya berjarak dua meter dari rumah penduduk.
Baca Juga: APBD 2026 Kabupaten Sukabumi Tembus Rp4,065 Triliun Usai Evaluasi Gubernur Jabar
“Yang kami butuhkan bukan sembako, tapi alat berat. Supaya sungai bisa dilurusin lagi, biar aman,” tegas Abdul.
Kerusakan juga melanda lahan pertanian warga. Sawah seluas 20 meter dilaporkan habis tergerus aliran sungai yang berubah arah.
Warga menyebut pengikisan tebing terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut dari sore hingga subuh.
Baca Juga: DPMD Kabupaten Sukabumi Bekali Panitia Pilkades PAW Desa Cimahpar dan Kalibunder
Meski telah melapor ke pemerintah desa, warga mengaku belum mendapat respons memadai. Warga pemerintah kabupaten turun tangan dengan menormalisasi aliran Sungai Cidadap sebelum kerusakan meluas ke permukiman dan lahan produktif lainnya.
“Kami berharap pemerintah segera bergerak, khawatir kondisinya semakin meluas dan mengancam pemukiman,” pungkasnya.

