Berita SukabumiBerita UtamaSosok

Dari Sanggar ke Panggung Provinsi, Perjalanan Zhahra Aisyah Zulfa Cintai Budaya Sunda

×

Dari Sanggar ke Panggung Provinsi, Perjalanan Zhahra Aisyah Zulfa Cintai Budaya Sunda

Sebarkan artikel ini
Zhahra Aisyah Zulfa. Foto: Istimewa

SUKABUMI – Perjalanan kesenian Zhahra Aisyah Zulfa, siswi SMPN 1 Kota Sukabumi, menapak naik setelah berhasil meraih juara 3 dalam Audisi Jaipong Mojang Jajaka. Prestasi ini mengantarkannya untuk tampil di panggung yang lebih besar yakni Audisi Mojang Jajaka Tingkat Jawa Barat.

Zhahra termasuk dalam sembilan pemenang terbaik yang berhak mewakili Kota Sukabumi di tingkat provinsi. “Ini kesempatan berharga. Saya ingin terus belajar dan menunjukkan bahwa anak muda bisa mencintai budaya daerahnya,” ucap remaja yang berlatih di Sanggar Catrik Palagan Kota Sukabumi ini.

Perjalanan cintanya pada tari Jaipong telah dimulai sejak usia 10 tahun. Bermula dari ketertarikan menonton pertunjukan tari, kini ia telah serius menekuni seni tradisional Sunda tersebut.

Baca Juga: Tebing Sungai Cidadap di Simpenan Sukabumi Amblas, Rumah Warga Terancam

“Awalnya cuma iseng. Tapi lama-lama jatuh cinta. Rasanya hidup kalau sedang menari,” kenangnya.

Dalam audisi yang digelar di Ramayana Mall Sukabumi akhir pekan lalu, Zhahra berhasil menyisihkan 22 peserta lainnya di kategori SMP. Dengan balutan kebaya dan diiringi alunan kendang, ia menampilkan tarian Jaipong dengan penuh penghayatan.

“Rasanya campur aduk. Senang, bangga, tapi juga terharu. Karena perjuangan ini tidak mudah,” tutur Zhahra tentang pencapaiannya.

Baca Juga: Perda Patanjala Disahkan, Upaya Wujudkan Sukabumi Mubarokah Melalui Pelestarian Budaya dan Lingkungan

Di balik kesuksesan ini, terdapat motivasi mendalam untuk melestarikan budaya. Zhahra percaya bahwa generasi muda memegang peranan penting dalam menjaga warisan tradisi.

“Kalau bukan kita yang muda-muda, siapa lagi yang akan melestarikan budaya sendiri?” ujarnya dengan penuh keyakinan.

Prestasi Zhahra ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga membuktikan bahwa seni tradisional seperti tari Jaipong tetap relevan dan diminati oleh generasi muda Sukabumi. Perjalanannya dari sanggar lokal menuju panggung provinsi menjadi inspirasi bagi remaja lainnya untuk mencintai dan melestarikan budaya daerah.