Berita UtamaKabupaten Sukabumi

GM Bantah Tuduhan Bermotif Dendam, Tegaskan Tidak Pernah Berhubungan dengan Terduga Pelaku

×

GM Bantah Tuduhan Bermotif Dendam, Tegaskan Tidak Pernah Berhubungan dengan Terduga Pelaku

Sebarkan artikel ini

SUKABUMI – Perempuan berinisial GM yang diduga korban Asusila di salah satu Sekolah di KecamatanSurade, Kabupaten Sukabumi, kembali memberikan klarifikasi terkait dugaan kekerasan seksual yang belakangan ramai diperbincangkan publik.0 Setelah sebelumnya mengungkap adanya ancaman yang membuatnya bungkam selama bertahun-tahun, kali ini GM menanggapi balik tudingan bahwa dirinya memiliki motif dendam hingga sengaja memviralkan kasus tersebut.

Dalam pernyataannya, GM dengan tegas membantah anggapan bahwa ia mengejar-ngejar terduga pelaku atau pernah berupaya mendekati orang tersebut.

“Saya ingin meluruskan. Pelaku berdalih saya memviralkan ini karena dendam, seolah-olah saya mengejar dia sejak dulu. Itu tidak benar,” ujarnya, Minggu (16/7/2025).

Baca juga: Keindahan Curug Cikukulu di Sukabumi, Air Terjun Setinggi 35 Meter yang Menyegarkan Mata

GM menegaskan bahwa sejak dirinya tidak lagi berada di bawah program beasiswa yang sama, ia tidak pernah lagi memiliki kontak atau komunikasi dengan terduga pelaku. Ia menyatakan tidak menghadiri acara, pertemuan, maupun reuni yang diadakan oleh terduga pelaku.

“Boleh dicek oleh siapa pun. Saya tidak pernah berhubungan dengan pelaku sejak saya keluar beasiswa. Saya juga tidak pernah ikut acara atau reuni yang dia buat. Bahkan, nomor kontaknya saja saya tidak punya,” tutur GM.

Ia juga mengungkapkan kondisi emosionalnya yang masih sangat terpengaruh oleh peristiwa tersebut. Menurutnya, hingga saat ini ia masih mengalami ketakutan mendalam setiap kali membayangkan harus berinteraksi atau dihubungi oleh terduga pelaku.

“Sampai detik ini saya selalu menangis, takut, berdebar, dan berkeringat dingin jika harus berhadapan atau dihubungi oleh pelaku,” ungkapnya.

Baca Juga: Pantai Kumala Cikakak: Destinasi Eksotis yang Cocok untuk Liburan Keluarga

Di tengah tekanan yang ia hadapi, GM menegaskan bahwa motifnya untuk bersuara tidak didorong kepentingan pribadi, melainkan rasa khawatir bahwa kasus serupa dapat menimpa korban lain di masa depan.

Dalam unggahannya, GM juga menambahkan kalimat bernada candaan untuk menegaskan bahwa tuduhan pelaku tidak masuk akal.

“Please euy, salaki aing lebih ganteng dan gagah,” tulisnya.

Unggahan klarifikasi ini kembali menarik perhatian warganet, yang sebelumnya telah mengikuti perkembangan cerita GM sejak ia pertama kali mempublikasikan pengalaman traumatisnya. Sementara itu, proses hukum terkait laporan yang ia sebutkan sebelumnya dikabarkan masih terus bergulir.