Berita UtamaKabupaten Sukabumi

Bayi Dibuang di Poskamling Warungkiara Sukabumi, Keluarga Tinggalkan Secarik Surat

×

Bayi Dibuang di Poskamling Warungkiara Sukabumi, Keluarga Tinggalkan Secarik Surat

Sebarkan artikel ini

SUKABUMI – Seorang bayi perempuan ditemukan dalam keadaan hidup di sebuah poskamling di Kampung Babakan, Desa Warungkiara, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Minggu (16/11/2025) malam sekitar pukul 18.30 WIB. Bayi yang ditinggalkan sendirian itu ditemukan bersama sepucuk surat yang diduga ditulis oleh keluarganya.

Penemuan ini bermula ketika Nanang Suryana (56), warga yang tinggal di kontrakan dekat lokasi, mendengar suara tangisan bayi. Setelah mencari sumber suara, ia menemukan bayi tersebut tergeletak di poskamling.

“Saya dengar tangisan cukup keras. Setelah dicari sumbernya, ternyata bayi perempuan, masih hidup, dan ada sebuah surat di sampingnya,” ujar Nanang.

Baca Juga:11 Pelaku Diciduk, Polres Sukabumi Kota Sita Sabu Hampir 100 Gram 

Dalam surat yang ditemukan, tertulis permintaan maaf dari keluarga serta penjelasan bahwa bayi tersebut ditinggalkan karena sang ibu mengalami depresi setelah ditinggalkan suami.

Surat itu juga menyebutkan bahwa keluarga telah berusaha menitipkan bayi ke panti asuhan, namun tidak ada yang bersedia menerimanya. Surat juga menerangkan bayi diberi nama Harvika H.

Baca Juga: Dua Pemancing Hilang Terseret Ombak di Pantai Cikeueus, Tim SAR Lakukan Pencarian

Petugas Koramil 2203/Warungkiara, Serka Enceng Setiawan, mengonfirmasi penemuan ini. Ia menyatakan bahwa pihaknya langsung berkoordinasi dengan Forkopimcam Warungkiara dan pemerintah desa untuk menangani kasus ini.

“Bayi segera kami bawa ke Puskesmas Warungkiara untuk pengecekan kesehatan,” ujar Serka Enceng.

Setelah menjalani pemeriksaan medis, kondisi bayi dinyatakan dalam keadaan cukup baik. Saat ini bayi masih mendapatkan perawatan di Puskesmas setempat sambil menunggu keputusan lebih lanjut mengenai penanganannya.

Aparat desa dan kecamatan terus berkoordinasi untuk memastikan perlindungan dan masa depan bayi tersebut sesuai dengan prosedur perlindungan anak yang berlaku.