SUKABUMI – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sukabumi, Ahmad Samsul Bahri, menegaskan bahwa penguatan sinergi antara pemerintah kabupaten dan desa merupakan kunci dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Hal itu ia sampaikan usai menghadiri kegiatan sinergitas kewilayahan 2025 sekaligus rapat dinas bulanan yang dipimpin Bupati Sukabumi H. Asep Japar di Aula Desa Jampangtengah, Kecamatan Jampangtengah, Senin, (17/11/2025).
Kegiatan yang dihadiri kepala perangkat daerah serta para kepala desa dari wilayah 5 itu dinilai Ahmad sebagai momentum strategis untuk mempertegas arah pembangunan desa yang selaras dengan kebijakan kabupaten.
“Apa yang disampaikan Pak Bupati hari ini adalah penguatan pondasi pembangunan kita. Desa adalah ujung tombak, sehingga kolaborasi yang baik antara kabupaten dan desa menjadi syarat mutlak untuk mewujudkan Sukabumi yang lebih maju dan Mubarakah,” ujar Ahmad Samsul Bahri.
Baca Juga: BMKG: Sejumlah Kecamatan di Kota Sukabumi Diprediksi Diguyur Hujan Sedang, Suhu 19–28°C
Terkait rencana pemotongan anggaran dari pusat yang berpotensi mengganggu beberapa program pembangunan, Ahmad menegaskan bahwa DPMD akan berupaya memastikan desa tetap dapat menjalankan program prioritas melalui perencanaan yang lebih terfokus.
“Dengan kondisi anggaran yang menurun, desa harus semakin cermat menentukan skala prioritas. Kami di DPMD siap mendampingi desa dalam penyusunan program agar tetap tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat,” jelasnya.
Ahmad juga menyambut baik arahan Bupati mengenai pemanfaatan ruang publik sebagai sarana aktivitas dan pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, kehadiran ruang publik, termasuk alun-alun yang akan diresmikan di Jampangtengah, dapat menjadi pusat kegiatan sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat desa.
Baca Juga: Alun-Alun Jampangtengah Resmi Dibuka, Jadi Destinasi Baru di Sukabumi
“Ruang publik tidak hanya memperindah wilayah, tetapi juga menjadi tempat masyarakat berinteraksi, berolahraga, dan melakukan kegiatan pemberdayaan. Hal ini sangat mendukung visi pembangunan desa yang partisipatif dan berkelanjutan,” tambahnya.
Ia berharap seluruh kepala desa dapat terus menjaga semangat kebersamaan, terutama dalam menghadapi tantangan anggaran dan percepatan pembangunan.
“Desa tidak boleh berjalan sendiri. Dengan kebersamaan, sinkronisasi, dan komunikasi yang baik, setiap program pembangunan akan lebih mudah diwujudkan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkas Ahmad.

