SUKABUMI – Ketua Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kota Sukabumi, Andri Setiawan, menegaskan bahwa seluruh dapur MBG yang beroperasi telah memiliki sertifikasi dari Dinas Kesehatan. Pernyataan disampaikan Andri saat menanggapi kasus keracunan yang terjadi di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Ihsan di Kelurahan Selabatu, Kecamatan Cikole.
Andri membenarkan bahwa pihaknya menerima laporan mengenai adanya siswa yang mengalami gejala keracunan dan sempat mendapatkan perawatan di Puskesmas Selabatu. Ia mendapatkan informasi dari Camat Cikole.
“Informasi yang saya dapat dari Camat, tadi hanya satu yang masuk puskesmas dan sudah diperbolehkan pulang,” ujarnya, Senin (17/11/2025).
Baca Juga: BMKG Imbau Waspada Gelombang Tinggi dan Potensi Banjir Rob di Sejumlah Wilayah
Andri mengungkapkan bahwa siswa tersebut merupakan penerima manfaat dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sriwidari. Ia juga memaparkan kondisi keseluruhan dapur MBG di Kota Sukabumi.
“Kota Sukabumi memiliki 44 dapur MBG, dan 38 di antaranya sudah beroperasi. Kami sudah cek ke lapangan dan semua dapur telah menjalani sertifikasi dari Dinas Kesehatan,” jelas Andri.
Meski telah memastikan standar keamanan pangan melalui sertifikasi, Andri menyatakan prihatin atas kejadian ini. Namun, ia berharap insiden ini tidak terulang di masa mendatang.
“Ini baru satu kasus, mudah-mudahan tidak terulang kembali,” tuturnya.
Baca Juga: Siapkan 1.000 Lowongan Kerja, Disnaker Kota Sukabumi Gelar Career Day Akhir November
Diberitakan sebelumnya lima siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Ihsan di Kelurahan Selabatu, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi mengalami gejala diduga keracunan makanan usai mengkonsumsi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin (17/11/2025).
Satu siswa sempat mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Selabatu, sementara empat siswa lainnya melaporkan gejala serupa namun dalam tingkat ringan.
Kepala Puskesmas Selabatu, Drg Riska Rachmawati, mengkonfirmasi bahwa satu siswa kelas 5 datang ke puskesmas sekitar pukul 12.15 WIB dengan keluhan mual, muntah, pusing, dan rasa tidak nyaman pada perut.
Baca Juga: Disperkim: Alun-Alun Jampangtengah Jadi Pusat Pertemuan Baru dan Destinasi Wisata Transit
“Total ada lima siswa yang mengalami keluhan,” jelasnya.
Kepala SPPG Sriwidari, Syahid Ramadhan, menyatakan bahwa pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium sebelum mengambil langkah lebih lanjut. Ia menegaskan bahwa proses pengolahan makanan telah mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.
“Kita pengolahan mengikuti SOP dari jam 12 malam. Di MI Al-Ihsan ada sekitar 199 penerima manfaat, sedangkan total keseluruhan penerima di SPPG Sriwidari sebanyak 3.951 orang,” terang Syahid.

