SUKABUMI — Warga Pajampangan dikejutkan dengan beredarnya sebuah video yang memperlihatkan seorang pria memarahi seorang siswa di pinggir jalan. Rekaman tersebut viral di Facebook dan ramai dibicarakan di sejumlah grup WhatsApp sejak beberapa hari terakhir.
Dalam video berdurasi lebih dari dua menit itu, seorang pria tampak meluapkan amarah kepada pelajar laki-laki dengan ucapan yang keras dan bernada kasar. Siswa tersebut terlihat terkejut, memegang pipinya, dan berulang kali mengusap dada seperti menahan takut. Di ujung video, seorang perempuan diduga warga sekitar datang untuk meredakan ketegangan dan membela pelajar tersebut.
Baca Juga: Erupsi Besar Gunung Semeru, Ratusan Warga Dievakuasi
Informasi yang diterima Sukabumiku.id menyebutkan bahwa siswa dalam video itu merupakan pelajar SMKN 1 Surade asal Desa Cikangkung, Kecamatan Ciracap. Kejadian terjadi pada Rabu (19/11/2025) saat ia pulang sekolah sekitar pukul 17.00 WIB.
Saat melintas di ruas jalan desa Pamoyanan–Bojonggadog, tepatnya di Kampung Citamiang RT 01/10, motor yang dikendarai pelajar itu melewati lubang yang tergenang air. Cipratan dari lubang tersebut diduga mengenai seorang pria yang melintas dari arah berlawanan sambil membonceng seorang perempuan.
Pria yang terciprat air itu kemudian menghentikan motornya dan langsung mendatangi sang pelajar hingga terjadi peristiwa seperti yang terekam kamera warga.
Baca Juga: Kebakaran Hanguskan Rumah di Cibatu Sukabumi, Kerugian Ditaksir Rp50 Juta
Salah satu akun Facebook berinisial RR ikut membagikan video tersebut dan mengklaim pria yang terlihat menampar pelajar itu merupakan warga Desa Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap.
“Informasinya pria itu warga Desa Ujunggenteng,” tulis akun tersebut dalam unggahannya.
Viralnya video ini menuai banyak reaksi negatif dari netizen. Sebagian besar mengecam tindakan kekerasan dan sikap main hakim sendiri, terutama karena korbannya adalah seorang anak sekolah.
Beberapa warganet bahkan meminta pihak berwenang turun tangan untuk menangani kasus tersebut agar kejadian serupa tidak terulang.

