Berita SukabumiBerita UtamaKabupaten Sukabumi

Keluarga Terduga Pelaku Penamparan Anak SMK di Ciracap Angkat Bicara

×

Keluarga Terduga Pelaku Penamparan Anak SMK di Ciracap Angkat Bicara

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Pemukulan

SUKABUMI – Setelah video perselisihan dua pengguna jalan di Kecamatan Ciracap yang berujung pada aksi penamparan antara IL (25) dan AA (17), seorang siswa SMK asal Surade menjadi viral di media sosial, keluarga pihak terduga pelaku akhirnya memberikan klarifikasi.

Noki Maulana, paman dari IL, menjelaskan bahwa keluarganya telah menunjukkan itikad baik sejak hari pertama kejadian, jauh sebelum video tersebut ramai diperbincangkan publik.

“Di hari kejadian, perwakilan keluarga sudah datang ke rumah korban. Kami sengaja tidak membawa IL karena situasi masih panas. Namun, kedatangan kami tidak diterima dengan baik dan pihak keluarga korban memilih membawa masalah ini ke ranah hukum,” kata Noki, kepada Sukabumiku.id Minggu (23/11/2025).

Baca Juga: Longsor Terjang Dua Titik di Sukabumi Utara, Rumah Warga Rusak Berat

Menurutnya, keluarga IL menghormati keputusan keluarga AA untuk melanjutkan kasus ini ke pihak berwajib. Namun viralnya video kejadian dan derasnya reaksi publik membuat keluarga Terduga pelaku kembali berinisiatif untuk bersilaturahmi demi mencegah konflik berkepanjangan.

“Untuk kedua kalinya, ayah IL datang ke rumah korban, tapi lagi-lagi kami menerima perlakuan kurang menyenangkan. Bahkan kejadian itu direkam dan kembali diviralkan oleh keluarga korban,” ujar Noki.

Noki menambahkan, pada kesempatan ketiga, IL turut hadir untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung. Namun upaya itu justru kembali berujung pada penyebaran foto dan video tanpa persetujuan pihaknya.

“Ponakan saya sudah datang dan mengakui kesalahannya. Tapi bukannya diterima, malah direkam lagi dan diviralkan. Foto dan video IL tersebar lagi tanpa izin. Menurut kami, ini sudah berlebihan,” tegasnya.

Baca Juga: Bantah Klaim Kuasa Hukum, Muhammadiyah Tegaskan ES Sudah Resmi Diberhentikan

Upaya mediasi, lanjut Noki, sudah dilakukan hingga empat kali, termasuk melalui perantara Kepala Desa Cikangkung. Namun keluarga korban tetap menyatakan bahwa masalah ini telah sepenuhnya mereka serahkan kepada aparat penegak hukum.

“Kami bukan ingin menghalangi proses hukum. Kami justru ingin menyelesaikan dulu secara kekeluargaan agar tidak muncul masalah baru. Tapi tampaknya upaya kami tidak diterima. Empat kali kami meminta maaf,” ungkapnya.

Noki berharap keluarga korban tidak terpancing suasana yang telah terlanjur panas di media sosial dan bisa melihat duduk perkara secara objektif.

“Kami berharap keluarga korban benar-benar mencari kebenaran, bukan menciptakan masalah baru.” tutupnya.