SUKABUMI – Manchester United kembali gagal meraih poin penuh setelah takluk 0-1 dari Everton pada laga Liga Inggris di Old Trafford, Minggu. Kekalahan ini terasa semakin menyesakkan karena Everton bermain dengan 10 pemain hampir sepanjang laga menyusul kartu merah Idrissa Gueye pada awal babak pertama.
Meski unggul jumlah pemain dan memegang dominasi permainan, United tidak mampu menembus pertahanan rapat Everton. Tim tamu justru mencetak gol kemenangan melalui sepakan melengkung Kiernan Dewsbury-Hall dari luar kotak penalti.
Penguasaan bola dan tekanan yang dihasilkan United tidak berbanding lurus dengan kualitas peluang. Minimnya kreativitas dan penyelesaian akhir membuat mereka kesulitan menciptakan ancaman berarti.
Baca Juga : Wisata Hemat di Sukabumi: Cikundul Suguhkan Air Panas Kolam Dingin dan Suasana Asri
Kinerja Manchester United pada laga tersebut kembali memunculkan kritik, salah satunya dari mantan bek kanan klub, Gary Neville. Ia menyoroti performa Luke Shaw yang dinilai kurang menunjukkan urgensi pada fase menyerang di menit-menit akhir pertandingan.
“Shaw bergerak maju, tetapi ia seperti berjalan santai. Itu sangat mengganggu saya selama 20 menit terakhir. Kamu tidak bisa melakukan itu saat tim membutuhkan tekanan. Ia harus berlari setiap waktu,” ujar Neville.
Neville menilai Shaw gagal memberikan dorongan agresif dari sisi kiri, sehingga tidak mampu membantu lini depan United yang kesulitan membuka ruang dan menembus blok rendah Everton.
Kekalahan ini menambah tekanan terhadap skuad asuhan Erik ten Hag yang kembali menunjukkan inkonsistensi di kandang sendiri.(SE)

