SUKABUMIKU.ID — Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama seluruh bupati dan wali kota se-Provinsi Jawa Barat hari ini menyatakan komitmen bersama untuk mengembangkan berbagai proyek strategis perkeretaapian. Kesepakatan tersebut disaksikan langsung oleh perwakilan Kementerian Perhubungan serta Direktur PT Kereta Api Indonesia (KAI).
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengatakan bahwa ada lima program utama yang akan menjadi prioritas dalam pengembangan transportasi rel di Jawa Barat. Jalur kereta api Sukabumi juga masuk dalam proyek strategis tersebut.
1. Kereta Pariwisata “Jakalalana”
Program pertama adalah pengembangan kereta pariwisata rute Jakarta – Bogor – Sukabumi – Cianjur yang akan diberi nama Jakalalana. Kereta ini diharapkan mampu mendongkrak sektor pariwisata di jalur selatan Jabar yang selama ini memiliki potensi besar tetapi belum tergarap optimal.
Baca Juga: Ayep Zaki Apresiasi Pengembangan Kereta Wisata Jabar, Kota Sukabumi Masuk Rute Strategis
2. Gerbong Angkutan Hasil Pertanian dan Perdagangan
Selanjutnya, Pemprov Jabar dan PT KAI akan membangun layanan kereta khusus pengangkut hasil pertanian serta komoditas perdagangan dari Jakarta – Cirebon – Banjar. Langkah ini dinilai penting untuk memperlancar distribusi logistik dan menekan biaya transportasi bagi petani serta pelaku usaha daerah.
3. Kereta Listrik Padalarang – Cicalengka
Pemerintah juga menargetkan pengembangan kereta listrik (KRL) dari Padalarang hingga Cicalengka. Jalur ini akan memperkuat konektivitas kawasan metropolitan Bandung Raya dan mendukung pengurangan penggunaan kendaraan pribadi.
4. Proyek Nampo – Citayam
Dedi turut menyebut pengembangan konektivitas rel Nampo – Citayam sebagai salah satu agenda strategis. Meski belum dijelaskan secara rinci, proyek ini diproyeksikan mendukung mobilitas masyarakat perkotaan.
Baca Juga: HGN 2025, Erpa Aris Purnama Serukan Dukungan Lebih bagi Para Guru
5. Kereta Kilat Pajajaran
Program terbesar yang menarik perhatian publik adalah rencana pengembangan Kereta Kilat Pajajaran, kereta cepat regional dengan waktu tempuh yang jauh lebih singkat.
- Gambir – Bandung diproyeksikan hanya 1,5 jam.
- Bandung – Garut – Tasikmalaya – Banjar dipangkas menjadi sekitar 2 jam.
Dedi menegaskan bahwa seluruh rencana tersebut merupakan bagian dari visi besar menjadikan Jawa Barat sebagai provinsi dengan sistem transportasi berbasis rel yang modern dan efisien.
“Doakanlah agar kami bisa mendapat uang untuk memenuhi seluruh cita-cita besar ini. Semoga Pemda Jawa Barat berjodoh dengan PT KAI,” ujar Gubernur Dedi Mulyadi.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap dukungan pendanaan pusat, kerja sama BUMN, dan kemitraan swasta dapat mempercepat realisasi proyek-proyek tersebut. Jika terwujud, transportasi berbasis rel di Jawa Barat diprediksi akan semakin inklusif, ramah lingkungan, dan berkontribusi langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat.

