SUKABUMI – Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menyambangi lokasi bencana banjir bandang dan longsor di Desa Sukarame, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Kamis (27/11/2025). Ia menegaskan Perlindungan Sosial Adaptif (PSA) menjadi pendekatan utama dalam penanganan bencana.
Muhaimin datang dengan didampingi Anggota DPR RI Fraksi PKB, Zainul Munasichin, dan Anggota DPRD Jawa Barat, Hasim Adnan. Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi beserta jajaran juga hadir menyambut Menko Muhaimin Iskandar.
Menko PM Muhaimin Iskandar menjelaskan, PSA menjadi pendekatan penanganan terutama di wilayah yang kerap mengalami PSA dirancang untuk mencegah masyarakat terdampak jatuh dalam kemiskinan baru akibat bencana.
Baca Juga: Dicabuli dan Direkam, Bocah 10 Tahun jadi Korban Ayah Tiri Bejat di Cisaat Sukabumi
“Pelindungan Sosial Adaptif ini adalah antisipasi secara komprehensif yang menyangkut keberpihakan negara,” ujarnya.
Bencana yang melanda Sukarame pada Senin lalu menimbulkan dampak yang cuku masif. Tak kurang 3.291 jiwa dari 1.091 keluarga terdampak.
Selain kerusakan fisik, peristiwa itu juga memicu guncangan sosial-ekonomi yang cukup signifikan. Kondisi tersebut turut diperparah dengan ditemukannya 202 keluarga yang belum memiliki identitas kependudukan, sehingga terancam kesulitan mengakses layanan bantuan.
Baca Juga: Ponpes Dzikir Al-Fath dan BRIN Ungkap Jejak Peradaban Kuno di Gunung Tangkil
Menko PM menuturkan bahwa data kependudukan sangat penting karena menjadi pintu masuk berbagai layanan sosial, mulai dari bantuan kebencanaan, jaminan kesehatan, hingga program pemulihan ekonomi. Negara, katanya, memiliki kewajiban untuk memastikan kemudahan akses bagi warga terdampak.
Ia menambahkan bahwa PSA juga akan diperkuat melalui perluasan cakupan bantuan, peningkatan nilai manfaat, serta perbaikan tata kelola penanganan pascabencana.
“Jadi Pelindungan Sosial Adaptif ini memastikan semua tertangani, termasuk dalam hal perlindungan sosial, identitas kependudukan, bantuan-bantuan iuran,” jelasnya.
Baca Juga: Siklon Tropis Picu Gelombang 4 Meter di Samudra Hindia Barat Aceh hingga Kepulauan Nias
Selain meninjau wilayah terdampak, Kemenko PM bersama DPR RI, Pemkab Sukabumi, dan sejumlah mitra memberikan sejumlah bantuan kepada warga. Diantaranya meliputi pembangunan 15 unit rumah lengkap dengan listrik dan air bersih, renovasi 38 rumah, perbaikan akses jalan, pembagian 1.000 paket sembako, 769 bronjong, serta bibit pohon mahoni dan sengon.
Menko PM menekankan bahwa mitigasi bencana harus menjadi bagian dari perencanaan pembangunan, dari tingkat desa hingga nasional.
“Sehingga perlindungan sosial adaptif yang kita persiapkan benar-benar mendorong antisipasi dan penanggulangan bagi masalah-masalah yang dihadapi masyarakat kita,” ungkapnya.
Dengan konsep PSA yang semakin diperkuat, pemerintah berharap penanganan bencana tidak hanya fokus pada pemulihan fisik, tetapi juga mampu menjaga keberlangsungan hidup serta ketahanan ekonomi masyarakat terdampak.

