SUKABUMI — Persoalan sampah liar di kawasan Cagar Alam Tangkuban Perahu, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi kembali memerlukan penanganan serius. Tumpukan sampah yang diduga berasal dari aktivitas warga sekitar dinilai mengancam kelestarian lingkungan.
Menanggapi hal ini, jajaran Dinas Lingkungan Hidup siap turun tangan dengan memperkuat koordinasi bersama pemerintah desa setempat, Jumat (28/11/2025).
Staf Pelaksana Pengawasan Angkutan Persampahan, Usep Kusnadi, menegaskan bahwa sampah yang menumpuk belakangan ini bukan berasal dari aktivitas resmi pengangkutan, melainkan akibat kebiasaan oknum masyarakat yang masih membuang sampah secara sembarangan.
Ia menjelaskan bahwa untuk penanganan awal, desa diharapkan dapat menggerakkan masyarakatnya melakukan pembersihan, sebelum pihak dinas melakukan pengangkutan sampah hasil bersih-bersih.
“Saya pribadi juga kesal liat sampah di lokasi-lokasi yang bukan tempatnya,” ujar Usep, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi tersebut.
Dari pantauan di lapangan, sebagian besar sampah yang menumpuk terdiri dari kemasan plastik, sisa makanan, dan limbah rumah tangga lainnya. Upaya sosialisasi melalui pemasangan baliho imbauan pun dinilai belum efektif. Usep mengungkapkan kendala yang dihadapi, dimana beberapa baliho yang dipasang justru hilang atau rusak dalam waktu singkat.
“Beberapa spot sudah dipasang baliho seminggu sudah hilang lagi,” ungkapnya.
Baca Juga: Atlet Futsal Sukabumi Lolos Timnas U-16, Akan Berlaga di Turnamen Thailand
Menyikapi hal ini, Usep berencana melakukan koordinasi lanjutan dengan pihak desa untuk merumuskan langkah yang lebih efektif dalam mengendalikan sampah liar di kawasan cagar alam. Ia menegaskan kembali komitmen dinas untuk mendukung pengangkutan sampah, asalkan ada langkah nyata dan sinergi dari elemen desa dan masyarakat setempat.

