Berita UtamaKabupaten Sukabumi

Duit COD Ludes Dipake Judi Slot, Kurir Paket Bikin Hoax Dibegal di Ciambar Sukabumi

×

Duit COD Ludes Dipake Judi Slot, Kurir Paket Bikin Hoax Dibegal di Ciambar Sukabumi

Sebarkan artikel ini

SUKABUMI – Seorang kurir paket berinisial AK (39 tahun) menjadi sorotan setelah membuat pengakuan palsu menjadi korban begal di kawasan bawah kolong Jembatan Tol Bocimi, Desa Cibunarjaya, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi. Insiden yang diklaim terjadi pada Rabu (26/11/2025) sekitar pukul 23.00 WIB itu akhirnya terbongkar setelah pemeriksaan polisi.

Awalnya, AK yang mengenakan jaket dan helm Grab mengaku menjadi korban begal oleh tiga orang pengendara motor. Dalam video yang viral di media sosial, ia terlihat dikerubungi warga dan bercerita diancam dengan golok kecil hingga tas berisi uangnya dirampas paksa. Namun, pengakuannya ini justru berujung pada pemeriksaan intensif oleh Polsek Nagrak.

Kapolsek Nagrak, Iptu Asep Suhriat, mengungkapkan bahwa AK memberikan keterangan yang tidak konsisten selama pemeriksaan. “Uangnya dari uang paket itu dipakai untuk judi online, jadi dia membuat (video) klarifikasi,” jelas Asep kepada media pada Jumat (28/11/2025).

Baca Juga: MUI Kabupaten Sukabumi Desak Penegakan Hukum Tegas untuk Oknum Guru Terduga Pencabulan di Surade

Fakta sebenarnya terungkap setelah polisi memeriksa telepon genggam AK. Kanit Reskrim Polsek Nagrak, Aipda Andi Sukanda, menyatakan bahwa dari pemeriksaan tersebut ditemukan bukti riwayat transaksi QRIS untuk deposit judi online Slot.

Uang yang diklaim hilang akibat begal ternyata adalah uang setoran COD hasil pengantaran paket senilai Rp3,2 juta. Hampir Rp2,9 juta dari total uang tersebut telah dihabiskan AK untuk berjudi online. Sisa uang yang hanya berupa recehan tidak dapat disetorkan via ATM, sementara pihak ekspedisi mulai menagih setoran.

Dalam kondisi terdesak, AK kemudian membuat skenario pembegalan palsu. Aksi ini sempat menimbulkan keresahan di kalangan warga Ciambar yang mengkhawatirkan keamanan di wilayah mereka.

Baca Juga: Ironi Proyek Jembatan Pamuruyan Sukabumi: Yang Lama Diperbaiki, Yang Baru Terbengkalai 4 Tahun

Untuk meluruskan informasi yang telah viral, polisi meminta AK membuat video klarifikasi dan permintaan maaf yang kemudian disebarluaskan melalui platform media sosial. “Tidak ada aksi pembegalan. Karena videonya sudah viral, dia akhirnya klarifikasi dan minta maaf,” tegas Andi.

AK yang berdomisili di Desa Ginanjar, Kecamatan Ciambar, diketahui bekerja sebagai kurir paket dan hanya menyambi sebagai driver ojek online untuk menambah penghasilan. Kasus ini menjadi peringatan tentang bahnya penyebaran informasi palsu yang dapat memicu kepanikan masyarakat.