Berita UtamaJawa BaratKabupaten Sukabumi

Bantu Korban Banjir Cidadap Sukabumi, Pemprov Jabar Janjikan Rp10 juta untuk Sewa Rumah

×

Bantu Korban Banjir Cidadap Sukabumi, Pemprov Jabar Janjikan Rp10 juta untuk Sewa Rumah

Sebarkan artikel ini

SUKABUMI – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjanjikan bantuan biaya kontrakan sebesar Rp10 juta per kepala keluarga (KK) kepada warga terdampak banjir bandang di Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi. Bantuan tersebut diberikan sebagai solusi sementara bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat abrasi Sungai Cidadap.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan bahwa bantuan tersebut diperuntukkan bagi keluarga yang rumahnya rusak berat dan tidak dapat lagi dihuni. Dana itu dapat digunakan warga untuk mengontrak rumah selama masa pemulihan pascabencana.

Menurut Dedi, Pemprov Jawa Barat telah menyalurkan bantuan tersebut kepada 28 kepala keluarga yang terdampak langsung banjir. Ia menjelaskan bahwa langkah ini diambil agar warga tidak harus terus bertahan di pengungsian dengan kondisi serba terbatas.

Baca Juga: Hari Pertama 2026, Aktivitas Wisata di Pantai Palabuhanratu Terpantau Lengang

“Untuk warga Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, hari ini kami menyalurkan bantuan bagi korban banjir, masing-masing kepala keluarga menerima Rp10 juta untuk biaya kontrakan,” ujar Dedi melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Kamis (1/1/2026).

Ia menambahkan, bantuan tersebut bersifat sementara sembari pemerintah menyiapkan langkah lanjutan berupa relokasi ke lokasi permukiman yang lebih aman. Relokasi dinilai penting untuk mencegah warga kembali terdampak banjir serupa di masa mendatang.

Selain bantuan kontrakan, pemerintah daerah juga terus memantau kondisi pengungsi yang saat ini masih berada di lokasi pengungsian. Data di lapangan mencatat sedikitnya ratusan warga dari beberapa kampung di Desa Cidadap terpaksa mengungsi setelah puluhan rumah rusak dan hanyut akibat derasnya arus sungai.

Baca Juga: Gelombang Pasang Warnai Libur Akhir Tahun di Ujunggenteng, Aktivitas Wisata Sempat Terhenti

Gubernur Jawa Barat juga mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan sebagai upaya pencegahan bencana. Ia mengajak masyarakat untuk tidak merusak alam dan lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan sekitar.

“Bencana bisa datang kapan saja. Karena itu, mari kita jaga alam dan lingkungan agar kejadian serupa tidak terus berulang,” tuturnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama pemerintah daerah setempat memastikan penanganan pascabencana akan terus dilakukan, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi hingga percepatan relokasi warga terdampak.