SUKABUMI — Euforia malam pergantian tahun di Kota Sukabumi ternodai aksi kekerasan brutal. Empat remaja laki-laki menjadi korban pembacokan oleh orang tak dikenal dan harus dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD R Syamsudin SH atau RSUD Bunut, Rabu (1/1/2026) dini hari.
Keempat korban tiba di IGD sekitar pukul 00.30 WIB dalam kondisi bersimbah darah akibat luka senjata tajam. Insiden ini langsung memicu keprihatinan dan keresahan warga, lantaran terjadi saat suasana kota masih dipenuhi masyarakat yang merayakan Tahun Baru.
Humas RSUD R Syamsudin SH sekaligus Ketua Tim Penanganan Keluhan, Irfan Nugraha, membenarkan adanya empat korban pembacokan yang ditangani pihak rumah sakit. Ia menyebut, kondisi korban terbagi dua berdasarkan tingkat keparahan luka.
“Betul, ada empat korban pembacokan yang datang ke IGD sekitar pukul 00.30 WIB. Dua korban mengalami luka ringan dan dua lainnya luka serius sehingga harus menjalani perawatan lanjutan,” ujar Irfan, Jumat (2/1/2026).
Berdasarkan keterangan para korban, peristiwa mencekam tersebut terjadi secara tiba-tiba. Sebagian korban mengaku hanya berdiam di sekitar lokasi, sementara lainnya sedang melintas, sebelum akhirnya diserang secara acak.
“Dari penuturan mereka, kronologinya hampir sama. Ada yang sedang berdiam diri dan ada juga yang hanya melintas. Pelakunya tidak dikenali, sepertinya random,” ungkap Irfan.
Dua korban dengan luka ringan mengalami perlukaan di bagian pipi, bahu kiri, dan punggung. Setelah mendapatkan penanganan medis berupa penjahitan luka dan pemberian obat-obatan, keduanya diperbolehkan pulang.
Namun kondisi dua korban lainnya jauh lebih mengkhawatirkan. Salah satu korban mengalami luka serius di telapak tangan kanan dan lutut kanan, sementara korban lainnya mengalami luka parah di jari tengah tangan kiri yang nyaris putus saat tiba di IGD.
“Yang satu datang dengan kondisi jari hampir putus dan saat ini masih dirawat intensif. Soal kemungkinan amputasi, belum bisa dipastikan dan masih menunggu evaluasi dokter ortopedi,” jelas Irfan.
Dari hasil pemeriksaan medis, luka para korban kuat mengindikasikan serangan menggunakan senjata tajam. Meski demikian, jenis senjata yang digunakan pelaku belum dapat dipastikan karena tidak ada barang bukti yang tertinggal.
Pihak rumah sakit memastikan seluruh korban telah mendapatkan penanganan maksimal, termasuk pemberian serum anti tetanus, dan tidak ditemukan tanda-tanda infeksi pada luka.
Diketahui, keempat korban seluruhnya berjenis kelamin laki-laki dengan rentang usia 17 hingga 27 tahun.
Hingga saat ini, kasus pembacokan yang menebar teror di malam Tahun Baru tersebut masih dalam penanganan pihak kepolisian.
Aparat tengah melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap pelaku serta motif di balik aksi kekerasan brutal tersebut.

