Berita Utama

Penangkapan Maduro Jadi Simbol Harapan, Rakyat Venezuela Sambut dengan Perayaan

×

Penangkapan Maduro Jadi Simbol Harapan, Rakyat Venezuela Sambut dengan Perayaan

Sebarkan artikel ini
Foto Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, yang diunggah Presiden AS Donald Trump di akun Truth Social. Foto memperlihatkan kondisi maduro sesaat setelah ditangkap oleh pasukan khususu Amerika.

SUKABUMI –  Penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh Amerika Serikat pada Sabtu (3/1/2025) memunculkan reaksi yang tak lazim. Alih-alih berkabung atau marah, sebagian rakyat Venezuela justru menyambut kabar tersebut dengan perayaan, terutama di kalangan diaspora yang tersebar di berbagai negara.

Peristiwa ini dipandang bukan sekadar penahanan seorang kepala negara, melainkan simbol runtuhnya kekuasaan yang selama bertahun-tahun dianggap sebagai sumber krisis ekonomi dan represi politik. Bagi banyak warga, momen tersebut menghadirkan kembali harapan yang sempat pudar.

Sejumlah warga di Caracas menyebut penangkapan Maduro sebagai titik balik setelah hidup dalam tekanan berkepanjangan. Namun, euforia itu tetap dibarengi rasa cemas. Warga memilih bersikap hati-hati karena situasi keamanan yang belum sepenuhnya stabil serta keberadaan kelompok bersenjata pro-pemerintah di sejumlah wilayah.

Warga diaspora Venezuela merayakan penangkapan Nicolas Maduro di Buenos Aires, Argentina. (Fot0: TOMAS CUESTA/AFP)

Baca Juga: Sering Dilintasi Kendaraan Berat, Jembatan Pasir Badak Sukabumi Rusak Parah

Berbeda dengan suasana di dalam negeri, warga Venezuela di luar negeri merayakan kabar tersebut secara terbuka. Di sejumlah kota seperti Madrid, Buenos Aires, hingga Santiago, ribuan diaspora berkumpul sambil membawa bendera nasional. Mereka menganggap penangkapan Maduro sebagai simbol kebebasan yang telah lama dinanti.

Kegembiraan itu tidak terlepas dari luka panjang yang dialami rakyat Venezuela. Sejak 2014, jutaan warga terpaksa meninggalkan negaranya akibat krisis ekonomi, kelangkaan pangan, serta tekanan politik. Banyak keluarga terpisah, sementara yang tertinggal harus bertahan dalam kondisi serba terbatas.

Meski demikian, harapan akan perubahan masih diselimuti ketidakpastian. Sejumlah warga mempertanyakan arah Venezuela ke depan, mengingat masih kuatnya pengaruh loyalis Maduro di struktur pemerintahan. Kekhawatiran terhadap potensi kekerasan juga masih menghantui masyarakat.

Baca Juga: Aksi Pembacokan di Parungkuda, Polisi Tangkap Lima Pelajar

Sebagian warga juga bersikap skeptis terhadap peran Amerika Serikat. Meski mengapresiasi langkah penangkapan, mereka menilai perubahan nyata tidak akan terjadi secara instan. Namun, janji investasi dan dukungan internasional dianggap sebagai peluang untuk memperbaiki kondisi ekonomi Venezuela.

Bagi banyak rakyat Venezuela, penangkapan Nicolás Maduro bukan akhir dari persoalan, melainkan awal dari proses panjang menuju perubahan. Di tengah rasa lega, ketakutan, dan harapan, satu hal menjadi jelas: momen ini membuka kemungkinan yang selama bertahun-tahun terasa mustahil.