SUKABUMI — Pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di dapur SPPG Bantarkalong, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, menuai keluhan dari pihak sekolah dan orang tua siswa. Pasalnya, pendistribusian makanan yang seharusnya dilakukan sejak pagi hari dilaporkan baru tiba sekitar pukul 17.00 WIB, Jumat (9/1/2026).
Keterlambatan distribusi tersebut menyebabkan para siswa harus menunggu berjam-jam hingga mengganggu proses kegiatan belajar mengajar di sekolah.
Baca Juga: Penemuan Jasad Tanpa Kepala di Ciracap, Hantui Ketakutan Warga
Renaldi, perwakilan pemuda yang menerima keluhan dari orang tua dan pihak sekolah, menyebut keterlambatan pendistribusian MBG disebabkan oleh belum datangnya sejumlah bahan pendukung untuk pengolahan makanan.
“Program MBG baru sampai sekitar pukul lima sore, dengan alasan keterlambatan bahan pendukung,” ujar Renaldi, Sabtu (10/1/2026).
Baca Juga: Tebing Setinggi 30 Meter Longsor Tutup Jalan di Desa Simpenan Sukabumi
Ia menambahkan, kondisi ini dirasakan cukup memberatkan bagi siswa maupun pihak sekolah. Sejak pagi, anak-anak sudah menantikan pendistribusian makanan, namun lamanya waktu tunggu justru menimbulkan ketidaknyamanan.
Situasi tersebut memicu protes dari sejumlah orang tua siswa. Mereka berharap pelaksanaan Program MBG ke depan dapat dipersiapkan dengan lebih matang, khususnya dalam hal distribusi, agar tujuan pemenuhan gizi anak sekolah dapat tercapai tanpa mengganggu proses belajar.

