SUKABUMI — Warga Desa Cirendang, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, mengeluhkan keberadaan menara BTS Triangle yang dibangun sejak tahun 2023 namun hingga kini belum berfungsi. Menara tersebut awalnya diharapkan menjadi solusi mengatasi persoalan blank spot jaringan telekomunikasi di wilayah tersebut, namun faktanya kondisi sinyal masih belum mengalami perubahan.
Tiang BTS yang berlokasi di RT 05 RW 02 Desa Cirendang itu terlihat berdiri tanpa dilengkapi perangkat pendukung. Di lokasi hanya tampak tiang menara, sementara peralatan jaringan tidak terlihat terpasang.
“Dari awal dibangun sampai sekarang, di sini masih susah sinyal dan blank spot,” ungkap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Sabtu (10/1/2026).
Baca Juga: Bupati Sukabumi Buka Kejurda Karate Piala Bupati III, Diikuti 608 Atlet Se-Jawa Barat
Warga menilai keberadaan menara tersebut tidak memberikan dampak nyata terhadap kelancaran komunikasi. Bahkan, aktivitas menara disebut hanya berjalan dalam waktu singkat sebelum akhirnya tidak lagi berfungsi.
Diketahui, pembangunan BTS Triangle tersebut menggunakan dana hibah dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang disalurkan kepada Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Proyek ini menjadi sorotan karena hingga kini belum memberikan manfaat bagi masyarakat.
Berdasarkan berbagai sumber, biaya pembangunan menara BTS bervariasi tergantung jenis dan spesifikasinya. Untuk tower standar setinggi 18 meter, biaya bisa mencapai sekitar Rp75 juta, sementara untuk tower 4G yang lebih kompleks dapat menelan anggaran Rp600 juta hingga Rp1,5 miliar, bahkan bisa lebih tinggi tergantung lokasi, material, dan teknologi yang digunakan.
Baca Juga: Tebing Setinggi 30 Meter Longsor Tutup Jalan di Desa Simpenan Sukabumi
Warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proyek tersebut agar anggaran yang telah digelontorkan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam mengatasi persoalan keterbatasan jaringan telekomunikasi di wilayah Cikakak.

