SUKABUMI – Semangat kebersamaan warga Desa Padajaya, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, patut diapresiasi. Meski diguyur hujan deras, warga bersama aparat desa tetap menggelar kerja bakti gotong royong dalam rangka memperingati Hari Bakti Desa Nasional 2026.
Kegiatan tersebut difokuskan pada pembersihan jalan desa, saluran air, serta perbaikan akses penghubung antar-desa yang selama ini menjadi jalur vital aktivitas masyarakat. Hujan yang turun sejak pagi tidak menyurutkan antusiasme warga untuk tetap turun langsung ke lapangan dengan peralatan seadanya.
Baca Juga: Menanti Kepastian Bantuan, Data Korban Banjir Bandang Simpenan Diverifikasi
Kepala Desa Padajaya, Ade Hermawan, mengatakan bahwa kerja bakti ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan wujud nyata semangat gotong royong dan kepedulian warga terhadap lingkungan desa.
“Kami bersama warga membersihkan saluran air dan jalan desa meski cuaca tidak mendukung. Ini menunjukkan komitmen masyarakat Desa Padajaya dalam menjaga infrastruktur lokal sekaligus mempererat silaturahmi,” ujar Ade, Senin (12/1/2026).
Ia menambahkan, momentum Hari Bakti Desa Nasional menjadi pengingat pentingnya peran desa sebagai ujung tombak pembangunan. Dengan keterlibatan aktif masyarakat, pembangunan desa diharapkan berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Warga yang terlibat berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pemuda, tokoh masyarakat, hingga perangkat desa. Mereka bahu-membahu membersihkan lumpur dan sampah yang menyumbat saluran air, guna mencegah potensi banjir dan kerusakan jalan.
Baca Juga: Evakuasi Longsor Terus Berlangsung, Jalur Bagbagan–Kiaradua Simpenan Masih Tertutup
Salah seorang warga, Dadan (45), mengaku bangga bisa ikut serta dalam kegiatan tersebut meski harus bekerja di tengah hujan.
“Hujan bukan halangan. Ini demi kepentingan bersama. Kalau jalan dan saluran air bersih, semua warga juga yang merasakan manfaatnya,” ujarnya.
Pemerintah Desa Padajaya berharap semangat gotong royong seperti ini terus terjaga, tidak hanya saat peringatan Hari Bakti Desa Nasional, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari sebagai budaya luhur masyarakat desa.

